Waktu itu saya
masih duduk di bangku Mts dan saya tinggal di asrama dengan empat teman dekat
saya yang kemana-mana selalu bersama terutama dalam hal kenakalan dan bolos
dari asrama, entah siapa yang mulai tapi obrolan tengah malam pada waktu itu
mengarah pada hal-hal mistik. Pada dasarnya saya percaya dan yakin akan adanya
makhluk ghaib atau astral atau makhluk yang tak kasat mata, metafisika atau
makhluk supranatual ini, tapi saya tak pernah mengindahkan ketika orang
bebicara mengenai makhul astral dan manusia dapat saling bergesekan atau
bersinggungan seperti kejadian yang menimpa teman saya yang bersama sanusi.
Sore itu selepas salat magrib saya, Sanusi, Mz, Susanto dan Amin kabur dari
asrama kemudian main ke ruamah Bang Edy, dia adalah senior kami ketika beliau
di asrama. Kami pulang dari rumah Bang Edy lewat tengah malam dan sampai di
asrama sekitar jam 01:30 pagi.
Sesampainya di
asrama, sisanusi bergegas ke sumur belakang asrama untuk cuci muka dan sikat
gigi karena dia sudah ngantuk banget kelihatannya, dia keluar sendiri dan
selang beberapa menit kami mendengar teriakan si sanusi di belakang asrama.
Saya, Mz, Susanto dana min yang sedang asik ngobrol sambil ketawa-ketawa sontak
terdiam kemudian berlari ke belakang asrama, takutnya si Sanusi jatuh atau apalah.
Namun sesampainya di belakang asrama saya lihat si Sanusi berdiri mematung
sambil menunjuk kearah pohon alpukat dengan mata melotot dan mulut menganga.
Kami kaget kemudian saling lihat lalu melihat kea rah si Sanusi nunjuk. Si
Sanusi masih tidak bergerak dan saat kami Tanya ada apa, dia tidak menjawab. Si
Sumanto dan Amin bergegas ke arah yang ditunjuk si Sanusi takutnya ada maling
atau hewan buas atau apapun yang membahayakan manun mereka tidak menemukan
apa-apa.
Pada saat si
Sumanto dan amin sedang mencari di dekat pohon alpukat, saya rangkil si sanusi
sambil bertanya “ada apaan sih san” ketika tangan saya menyentuh bahunya Sanusi
langsung pingsan. Kami semua sontak kaget dan takut Sanusi kenapa-kenapa, kami
langsung gotong ke dalam asrama dan berusaha membangunkan Sanusi dengan minyak
angina. Setelah sekitar 15 menit kemudian akhirnya Sanusi bangun dan melihat
kami dengan wajah yang sangat ketakutan, kami pun mencoba menenangkan dia, dan
setelah Sanusi mulai tenang baru lah kami nanya ada apa? Ternyata Sanusi
paslagi gosok gigi sambil melihat ke araah pohon alpuket dia melihat anak
laki-laki botak secang asik bermain sendiri, mulutnya berdarah dan memiliki
taraing, dan dia juga melihat makhluk yang lebih menakutkan yaitu sosok yang
tinggi besar, hitam dan matanya melotot dan wajah yang sangat menakutkan, dan
yang lebih menakutkan makhluk itu sedang duduk di dahan pohon yang kecil tetapi
dahan itu tidak patah, seharusnya menurut logika dahan itu pasti patah jika
diduduki makhluk dengan ukuran seperti itu.
Mendengar
penuturan Sanusi seperti itu kita semua hanya tersenyum lalu ketawa lepas
sampai yang lagi tidur di kamar sebelah pada bangun, karena pada saat itu
kejadian itu merupakan hal yang sangat lucu ternyata Sanusi segitu penakutnya
sampai-sampai berhalusinasi seperti itu. “udah san lo sekarang tidur biar kami
berempat yang jagain lo, lo gak usah takut” kata Susanto sambil bercanda. Saya
lihat wajah Sanusi marah kaarena kami tidak percaya apa yang dia omongkan,
apalagi kejadian itu malah jadi bahan candaan untuk meledekin Sanusi.
bersambung...
Selanjutnya...
bersambung...
Selanjutnya...