Sebenarnya saya
gak tahu apa ini bias disebut dengan cerita mistis atau tidak, cuman yang pasti
cerita ini masih berhubungan dengan makhluk supranatural. Saat itu saya masih
duduk di kelas tiga SD, jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadan ada seseorang
praktisi spiritual datang berkeliling ngasih tahu orang-orang di daerah saya
supaya mulai tanggal satu Ramadan sampai lebaran, anak-anak dijagain supaya
jangan main ke jalan raya sebab di bulan Ramadan ini dia memiliki sebuah
predikisi bahwa aka nada kejadian yang kurang mengenakan terjadi dijalan raya
dengan batas wilaya antara titik A hingga titik B dengan jarak sekitar 1,3 Km.
Pada waktu saya masih SD, waktu itu daerah saya masih kental dengan mistis-mistis sehingga anjuran dari
praktisi spiritual itu di turuti, sehingga pas h-2 ramadan para orang tua sudah
melarang-larang anaka-anak main ke jalan raya. Minggu pertama tidak ada
kejadian apa-apa, masuk ke minggu ke dua, keadaan maasi aman dan gak ada
apa-apa. Masuk ke minggu ke tiga tepatnya tanggal 17 ramadan, waktu itu sore
hari sepulang sekolah diniyah saya pulang ke rumah kemudian saya solat ashar.
Setelah shalat ashar yang saya ingat saya main sepedahan di sekitar rumah saya,
karena bosan sayapun pergi sepedahan ke dekat lapang voly dekat rumah saya
sebab disana banyak anak-anak ngumpul bermain, saya pun main sepedahan di
lapang volley dengan yang lainnya sambil balap-balapan.
Entah gimana
carana, saya gak begitu ingat, cuman saya ingat betul sadar-sadar saya lagi
bawai layangan milik seorang pemuda, dia adalah tetagga saya menuju jalan raya
sebab para pemuda main layangannya suka di pinggir jalan raya supaya bias diadu
dengan kelompok yang main layangan dari sawah, jadi mainnya di jalan raya yang
dimana jalan raya tersebut adalah wilayah zona merah menurut si praktisi
spiritual itu. Awalnya biasa saja, saya dan si pemuda itu berjalan di pinggir
jalan raya sebelah kiri, lalu saya gak ingat, nyadar-nyadar saya jalan jadi di
sebelah kanan jalan raya. Karena tempat main layangan ada di sebelah kiri jalan
raya, maka mau tidak mau saya harus nyebrang. Pada saat saya nyebrang pas di
tengah-tengah jalan raya tiba-tiba pandangan saya gelap kemudian saya melihat satu jengkal depan dan belakang saya
penuh dengan kendaraan bermotor, jalan raya padat sekali seperti padatnya jalan
raya pas mudik lebara namun bedanya kendaraan-kendaraan itu lajunya sangat
kencang meski jalanan sangat padat.
Karena yang saya lihat depan belakang saya padat dengan
kendaraan yang berjalan ngebut akhirnya saya cuman bisa berdiri di tempat sebab
kalau maju saya pasti ketabrak mundurpun juga pasti ketabrak jadi saya diam di
tempat. Tak lama setelah saya melihat situasi seperti itu tiba-tiba pandangan
kembali terasa gelap, kemudian saya sadar dengan perlahan saya membuaka kedua
maya saya ternyata saya sedang terbang kemudian berguling sekitar 7m jauhnya.
Disaat saya terguling-guling karena terlempar jauh saya bisa melihat sosok
kakek tua yang sangat sepuh terlihat dari rambut kepala, alis, kumis dan
janggut panjangnya sudah berwarna putih semua. Kake itu berpakaian seperti
pendekar di film-film dengan jubah yang serba putih dia berdiri sambil memegang
tongkat kayu dengan tangan kanannya. Aya berguling menuju kearahnya dan saya
langsung dipangku seperti seperti memangku anak yang pingsan.
Setelah saya berada didala pangkuan si kake saya kembali
gak ingat lalu sadar-sadar saya berada di dalam mobil engke atau mobil truk
yang ukuran kecil menuju puskesmas terdekat. Saya diperiksa, tidak ada luka
serius, cuman di kedua sikut, lutut kiri dan kedua mata kaki saya berdarah
karena luka gores. Setelah dokter menyatakan saya gak pe rlu dirawat inap saya
diantar pulanga dengan mobil yang sama dan saya dipangku oleh pemuda yang
layanganya saya bawain tadi. Setelah sampai rumah, saha heran banyak orang
berkumpul dan melihat ibu saya wajahnya seperti yang barusaja menangis, dia
langsung periksa keadaan saya lalu saya disuruh buka dan saya masih gak mau
buka soalnya pikiran saya ya sayang, tanggung tinggal beberapa menit lagi.
Setelah selesai buka puasa si sopir yang bawa mobil ngomong sambil meneteskan
air mata, dia mita maaf karena telah menabrak saya dia minta maaf kepada saya
dan kedua orang tua saya. Karena si sopir truk kecil ini bertanggung jawab dan
ini juga merupakan kecelakaan akhirnya kami memaafkan. Saya baru nyadar kala
saya tertabrak mobil dan mental terlempar hingga 7 meteran setelah saya buka
puasa mereka baru bilang bahwa saya tertabrab mobil yang saya tumpangi itu.
Orang yang melihat kejadian itu, mereka berpikir bahwa
saya sudah mati, kepala saya pecah dan tubuh saya sudah tidak utuk, begitupun
orang yang jauh dari jalan raya mendengar suara yang sangat keras, kemudian
dikasih tahu bahwa saya tertabrak mobil, mereka langsung mengira bahwa saya
pasti langsung mati sebab mereka mikirnya “suaranya saja sampai kedengeran
kesini pasti ketabraknya sangat keraas” tapi nyatanya saya hanya terluka di
bagian sikut, lutut dan mata kaki. Hari esoknya saya tidak berpuasa karena ada
obat dari dokter yang harus dimakan tiga kali sehari, dan di hari esoknya pula
saya baru merasakan sakit di baha kanan seperti yang keseleo, dan kagetnya pas
saya pegang kepala bagian belakang saya, ada bagian kepala yang empuk seperti
tanah liat, ketika sedikir di pencet ya kepala saya kentob.
Di sore harinya orang yang memprediksi bakal ada kejadian
yang tidak mengenakan inipun datang berkunjung menengok saya. Mereka mengobrol
dengan ayah saya, dia bilang saya diselamatkan seorang kake yang sangat sakti,
tapi kakek itu tidak bisa dilihat oleh mata orang-orang. Saya mendengar obrolan
itu sontak saya nyambersaja, saya bilang kejadian yang saya lihat dan ternyata
ciri-ciri yang saya omongkan persis seperti yang dia lihat. Waktu itu saya
takjub sebab ada orang yang bisa melihat mimpi saya dengan sangat persis dan
detil.
Kejadian di bulan ramadan ternyata tidak berhenti di
saya, ternyata pada tanggal 28 ramadan ada seorang anak, dia juga seering
bermain dengan saya cuman beda kampung namun masih satu RW lah dengan dia,
masih bisa dibilang satu kampung juga. Dia juga mengalami kecelakaan di jalan
raya dengan lokasi masih di zona merah tersebut. Dia tetabrak motor tapi
untungnya badan si anan ini keburu sedikit tertarik oleh neneknya jadi
ketabraknya gak begitu parah. Walaupun begitu luka dia lebih parah dibanding
saya, wajahnya baret, tangannya patah dan berdarah karena gesekan dengan aspal,
punggung dan kakinyapun juga berdarah terutama di bagian kaki, lukanya agan
sedikit dalam. Logikanya, dia tertabrak motor dan gak begitu kencang sedang
saya tertabrak mobil yang sedang ngebut bahkan saya sampai terlempar jauh, tapi
luka lebih parah si anak yang ketabrak motor. Tapi apapun itu kami masih
bersyukur dengan kejadian itu kami masih diberi hidup sampai saat ini. Kejadian
itu hanyalah kecelakaan, musibah atau sekedar jian, yang pasti saya sangat
bersyukur bahwa saya masih diberikan hidup sampai saat ini.
Diluar kejadian yang menimpa saya, yang saya heran dengan
seorang praktisi spiritual yang bisa memprediksi akan ada kejadian yag tidak
mengenakan itu, yaitu saya dan satu teman saya dapat ujian kecelakaan teertabrak
kendaraan. Dan yang lebih membuat saya heran si praktisi spiritual itu bisa
menebak mimpi saya. Tapi kalau sekarang saya pikir itu adalah kemampuan
spiritual yang bisa menembus dinding dimensi alam ghaib sehingga dia bisa
melihat saya yang dipangku oleh kakek
itu, dan saya pikir waktu itu mungkin saya dalam dalam kondisi yang abnormal
sehingga saya bisa memasuki frekuensi
yang sama dengan frekuensi dimensi ghaib sehingga saya bisa masuk kedalam
dimensi alam gaib tersebut difase saya sedang keritis. Mungkin tak jauh berda
seperti yang digambarkan oleh film dimana seseorang yang koma kemudian ruhnya
keluar dan keluyuran melihat apa-apa seperti melihat dengan matamua sendiri.
Kalau orang-orang dikalangan praktisi spiritualis mereka menyebutnya dengan istilah
raga sukma (dalam bahasa sunda) atau rogo sukmo (dalam bahasa jawa) intinya
sukmanya keluar dari tubuhnya tetapi apa yang dialami oleh sukma itu seolah
dialami oleh dirinya secara sadar, dan apa yang dia lihat, dia dengar, dia
sentuh, dia rasakan adalah asli benar benar kejadian, cuman bedanya ketika
sedang sadar itu dialami oleh raga beserta jiwanya tetapi ketika raga sukma
yang mengalami hanya sukmanya saja.