Sebuah pepatah
mengatakan “ilmu itu ibarat imam dana mal mengikutinya” artinya seseorang harus
memiliki ilmunya terlebih dahulu sebelum mengerjakan sesuatu agar tidak
terjelumus kedalam kesalahan ketika menjalankanya atau ketika yang
dikerjakannya sudah benar dengan mengetahui terlebih dahulu apa yang ia
kerjakan supaya apa yang dia kerjakan memiliki nilai.
Sebagai
analogi, Ikin ingin membuat rumah, maka sebelum memulai membuat rumah, Ikin
harus tahu dulu tata cara membuat rumah, alat dan bahan, cara kerja membangun
rumah, tahapan-tahapan untuk membuat rumah itu apa saja supaya rumahnya
berhasil di bangun dengan baik. Jika Ikin main bangun rumah tanpa tahu ilmu
membangun rumah maka kemungkinannya ada dua, pertama. Rumahnya tidak
akan berhasil dibangun, atau ke dua. Rumahnya jadi di bangun, hanya saja
hanya sekedar ada lantai, dinding dan atap, namun jangankan nilai keindahan dan
kenyamanan dari rumah tersebut, untuk keamanan tinggal di rumah tersebutpun
sudah merasa was-was sebab tidak tahu rumah itu bertahan sampai kapan, apakah
kuat ketika ada hujan lebat, ada gempa, bahkan ketika ada angina besar yang
meniup bengunan tersebut karena rumah itu dibangun secara asal-asalan tidak
berdasarkan ilmu pengetahuan tentang membangun rumah yang baik dan benar.
Begitupun dalam
menjalakan ibadah, sebelum seseorang melaksanakan ibadah maka harus mengetahui
dulu tentang ibadah tersebut. Contohnya seperti melaksanakan ibadah shalat,
maka harus mengetahui dulu apa definisi shalat baik secara Bahasa maupun secara
syara’, harus tahu dulu syarat sah shalat, wajib dan rukun shalatnya, tahu juga
apa saja yang membatalkan shalat, supaya shalat yang dikerjakan sah dan
memenuhi perintah agama. Jika seseorang mengerjakan shalat sedangkan orang itu
tidak tahu tentang shalat, ya bagai mana bias dia melakukan shalat, walaupun
orang itu bias menirukan gerakan shalat atau bacaan-bacaan shalat, tapi dia
tidak bias tahu apakah shalat yang dia kerjakan itu sah atau tidak, jadinya
percumah juga kan udah susah payah mengerjakan shalat tapi shalatnya tidak
memiliki nilai apa-apa walau hanya menurut hukum fiqih. Maka setidaknya harus
tahu dulu ilmu tentang shalat sebelum melaksanakan shalat.
Sehubungan
dengan pepatah di atas, sekarang sudah memasuki bulan sya’ban dan tinggal tiga
minggu lagi memasuki Ramadan, sebelum kita memasuki bulan Ramadan maka
hendaklah umat muslim mempersiapkan diri untuk bulan Ramadan dengan sebaik
mungkin. Persiapan terbaik adalah mengetahui apa itu Ramadan, apa keutamaan
Ramadan, apa yang membuat rugi dikala bulan Ramadan, setidaknya kita bias
mengetahui mengenai puasa di bulan Ramadan, mengetahui apa itu puasa bulan
Ramadan, siapa saja yang diwajibkan berpuasa di bulan Ramadan, apa saja hukum
berpuasa di bulan Ramadan, syarat sah dan yang membatalkan puasa di bulan Ramadan
dsb. Semua persiapan itu harus benaar-benar disiapkan paling lambat di akhir
bulan sya’ban sebab di bulan Ramadan sudah bukan lagi persiapan mencari ilmu
mengenai puasa bulan Ramadan melainkan memulai melaksanakan atau mengamalkan
ilmu mengenai bulan Ramadan.