Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

KAU TAK MENGERTI

KAU TAK MENGERTI
Roni Ahmad Bulqini
10 JUNI 017 14:46


Saya cukup mengerti bahu ini tak cukup kuat untuk kau jadikan sandaran
Setidaknya saya tahu dia telah memilih sandaranya yang dia kira tepat
Hanya berani bermimpi dia mendekap dipangkuan tanganku
Sayang harapan itu tak mungkin lagi tersampaikan
Sayang harapan itu bukanlah lentera ditengah gelap gulitanya malam
Diam dalam tawa dan tangis kecuali dialam yang kubangun sendiri


MANUNGGAL

MANUNGGAL
Roni Ahmad Bulqini
18 juni 017 22:55

Pesan yang kau sampaikan lewat tatapan dan senyuman lebih mewakili daripada untaian beribu kata
Jika gelombang getaran rasa hati sudah satu frekuensi maka berkata bohongpun percuma
Aku adalah kamu dan kamu adalah aku, semoga kata ini tidaklah berlebihan
Hanya saja masih butuh ungkapan sebagai taokid atas pesan-pesan yang aku terima

HARUM MAWAR

HARUM MAWAR
Roni Ahmad BUlqini
21 juni 017 05:18


Dia itu mawar yang tak asing lagi namanya terdengar
Dia itu mawar yang baunya harum sumerbak terseret angin nakal
Dia itu mawar yang keindahanya menawan paara pecinta
Dia itu mawar yang durinya siap menusuk para penjamah busuk

Mawar akan kehilangan kehormatan jika duri-durinya tak menyelimuti
Mawar tetaplah mawar meski dibawah naungan purnama
Lambang cinta yang murni bukanlah cinta para perompak dilaut samudra
Cinta adalah rasa yang mengokohkan hingga sucinya harga diri semakin tinggi

REMBULAN PENGHIANAT

-REMBULAN YANG MALANG-

Sombongnya langkah waktu yang berjalan tak pamit
Menginjak kepala tanpa ragu dan malu
Tak ku tahu setinggi itu atas kejamnya waktu
Walaupun tak tahu namun arus mu hanya terus maju

Mentari pergi bukan karena itu
Bukan belaian yang memanggang ulu hati
Bukan pela kau benci sang rembulan
Walau rembulan selalu bersama bintang-bintang

Sekarang rembulan tampak sendiri
Para bintang entah kemana, aku tak tahu
Kebahagiaan tampak retak
Tampak jelas wajah murung sang bidadari
Penuh rasa sepi dalam diri


Roni Ahmad Bulqini

JANJI HANYALAH JANJI

JANJI HANYALAH JANJI
Karya : Roni Ahmad Bulqini

Masih jelas janji-janjimu terucap dimasa silam
Dengan senyum penuh kepastian atas yang kau ucapkan
Namun janji hanyalah sebuah janji yang lapuk dimakan usia
Senyuman yang dahulu selalu dinanti kini mulai pudar disapu pilu

Dengan ringan hati kau pergi tanpa pamit
Terus menjauh tanpa tau dimana kaini kau berada
Dalam penantian selalu kutitipkan salam rindu pada angin
Kini salam rindu terbalas dengan sebuah penyesalan yang bodoh

Kini kau kawin dan beranak dilembah hina
Senyuman yang bertebaran memupuk penyesalan
Air mata yang mengalir takan pernah dapat lagi dibendung
Duka yang kini menyelimutimu kian berkuasa dan bertahta mahkota

Hanya senyum heran, menggeleng kepala
Kasihan hanya sebatas kasihan takan lebih dari itu
Luka yang waktu itu kau buat keberuntungan baru kusadari
Celaka yang akan datang menimpa jika kita berusaha tetap bersama

Terimakasih, maaf tak pernah mengerti pengorbananmu selama ini
Kehidupan harus terus berjalan dan tidak boleh terhenti
Kamu adalah kamu bukan aku atau miliku

Tetaplah berjalan dengan kakimu

-RINDU BERUJUNG PILU-

-RINDU BERUJUNG PILU-

Hari yang selalu dinanti-nanti tak juga kunjung menghampiri, meski lidah tak pernah lelah memohon pada sang illahi, meski setiap hari tak pernah berhenti bertanya pada mentari, tentang kegelisahan diri insani demi menemui seorang putri yang wangi nan cantik bak dewi bidadari.

Tak sabar hingga akhirnya kaki melangkah pergi berlari dan terus berlari tanpa henti demi menemui sang putri yang sedang asik bernyanyi dan menari-nari dalam hati ini.

Apalah daya jasad tanpa ada kuasa kecuali ijin sang pencipta, sang putri pergi dengan tanpa peduli, si putri melati kini telah layu dihisap kumbang yang pergi setelah menghisap madu yang murni, senyuman terindah sudah musnah, mentaripun menangis pilu, mungkin hanya murka dan nista rasa yang masih ada padanya.

Cukup adil rasanya, luka dan nestapa yang sangat menyiksa, kini hanya tersenyum kasihan padanya yang hidup dengan penuh duka dan dusta, entah karma atau apa yang kini menimpanya, yang dahulu asik berulah semena-mena bertingkah semaunya, kini sang putri hidup bak puing reruntuhan di kota mati, kota tak berpenghuni, hanya debu dan wajah kusam tanpa hiasan.


by: Roni Ahmad Bulqini, 2011

KAMU


-KAMU-

Rembulan beranjak pergi saat mentari menghampiri
Bukan karena dendam atau marah yang meracuni
Tetapi ketidak bersamanya menjadi kehidupan yang suci
Yang penting hati yang saling terikat saling menyayangi

Terlena akan senyumanmu itu yang amat menawan
Terlihat indah saat malam berada dibawah sinar rembulan
Dikelilingi oleh rindangnya pepohonan yeng berjejeran
Embun yang tebal semakin menyelimuti badan

Berada di sekitarmu membuat senyum semakin lebar
Membuatmu yang murung kembali tampak tegar
Dibawah hiasan bintang gemitang dilangit yang tertebar
Terpencil dari kecimpung orang dan kita saling bersandar

Berdua saling melepas rindu mencurahkan rasa yang ada
Meski hanya saling berdampingan namun tak mampu bersama
Kau tetap sang bidadari yang tercipta untuk menghiasi dunia
Kau tetap yang terkasih yang selalu kujaga selama nyawa ada di raga


Roni Ahmad Bulqini (Buluq)
21/mei/2016

NONA MANIS


-NONA MANIS-

Sungguh, hanya tersenyum manis menyaksikan semua nyata
Tanpa rasa ragu dan malu haru datang menerjang qalbu
Kepu-kupu hinggap ditengah-tengah bunga yang sedang mekar
Saling asik dalam kebahagiaan yang saling menguntungkan

Ditengah menyaksikan alam yang berjajar pepohonan rindang
Dibawah belaian sinar rembulan yang menawan bersama bintang
Sang lebah singgah menemani berbaring diatas tanah menatap langit
Saling berbagi cerita lama saling berbagi rasa kasih yang suci

Lebah kecil yang tampak galak memberikan madu penawar pilu
Perawakan kecil mungil dengan wajah manis berseri-seri penghias diri
Beraring berdampingan pundak tempat lebah asik bersandar
Sikap manjamu yang sunggu murni tanpa drama sangat sulit kulupa

Tak terasa wantu terus bergulir mengiringi keersamaan
Kulepaskan genggaman tangan membiarkanmu kembali kekawanan
Dilingkaran tawa melepaskan penat hanya senyumanmu yang nampak
Keindahan alam rayapun redup  malu akan senyaman kasihmu nona
Nona manis pelebur pilu diqalbu
Roni A. Bulqini (Buluq)
/22/mei/2016

TAK SESPEERTI KAMU

TAK SESPEERTI KAMU
BULUQ

Keetika dunia amat gelap gulita
Kehidupan menjadi benar-benar buta
Kelipan cahaya kecil mulai mmenyala
Keceerahan kian menjadi  nyatat
Berawal  daari diri sendiri
Biar mereka yang kasih arti
Baaru munngkin ia kan sadari
Beetapa payah semakin menjadi
Siang penuuh ddeengan terrang benderaang
Sseorang tampak semakin teerang
Ssayang seseorang sedang dalam perang
Sum-sum menjadi abu dan arang
Tatapanya hanya dengan sebelah mata
Tanpa ada rasa lara dalam dada
Terlalu perih rrasa luka yang ada
Tampak menjulur kesetiap jiwa yang  ada
Cerita lama hanya sebuah sejarah
Cerahnya darah amat merah
Cermin usang tak tampak ada wajah
Curahan nanah hanya dalam hati yang resah
Pusaka lambing perejuangan
Pemberian berakhir jadi kenangan
Permata indah tanpa tandingan
Permaisuri dalam sebuah impian

NONA CANTIK


NONA CANTIK
BULUQ
Sungguh tak sengja mata memandang
Hingga mabuk diracuni senyuman
Tatapan matanya bercahaya cerah
Kepayang dalam perhatianmu nona
            Oh tuhan…
            Sejenak hentikanlah waktu
            Berikanlah wajah ayu nona yang itu
            Tidak mengapa jika memang tak menghendaki
            Tapi ijinkan agar terus kupandangi
Nona wajahmu menghantui
Menyelimuti rasa rindu dikalbu
Tetaplah disitu, dan tetaplah begitu
Sunggu matapun merasa enggan berkedip
            Nona…
Kou berjalan bebas tanpa beban
Pandangan ini kenapa kau acuhkan
Biarlah itu kehedakmu
Nona kau mulai dinanti
Nona…
Sejauh mana kau berjalan
Disitulah kau dinanti para pemuja
Kembalilah cepat berjalan

Kau tercipta bukan untuk boneka