Pertamakali merasakan sensasi raga sukma ketika masih Mts kelas
delapan, tapi saya gak tahu kalua itu merupakan pengalaman spiritual yang biasa
disebut dengan raga sukma. Raga sukma adalah saat dimana aku keluar dari
tubuhku dan melihat tubuhku dan orang lain, mendengar orng lain tapi aku tidak bias
menyentuh dan orang lain tidak bias melihat aku sebab aku adalah bentuk dari
kesadaran yang meninggalkan jasadnya, aku berkeliling dan kembali ke tubuhku,
apa saja yang dilihat oleh kesadaranku itu memang benar adanya meski jasadku
tidak melihat karena duduk di tempat yang berbeda. Mungkin seperti itu gambaran
dari raga sukma, saya tidak bisa menjelaskan secara keilmuan atau secara teori.
Kita mulai saja cerita mengenai raga sukma yang saya alami. Di setiap
hari selasa malam di asrama selalu diadakan riyadloh, riyadloh itu pengajian di
awali dengan tawasul kemudian berdzikir bersama yang dipimpin oleh pak kyai
setelah itu dilanjutkan baca Al-Qur’an kemudian pengajian siraman rohani. Riyadloh
ini tidak hanya diikuti oleh penghuni asrama, tetapi juga diikuti oleh
masyarakat, karena riyadlah ini meripaka acarayang dibuka untuk umum.
Biasanya waktu riyadlah adalah waktu semi libur ngaji sebab kami
tidak ngaji buka kitab lalu ditanya hafalan dan lain sebagainya sehingga
kadangkala kami masih bisa bersendagurau waktu ngaji dengan masyarakat. Tetapi itu
tidak terjadi pada saya di waktu itu, sebab spirit saya mungkin lagi tinggi
sehingga dari awal saya mengikuti riyadlah dengan khusu, tidak sedikitpun
bercanda dengan keempat teman dekat saya padahal biasanya selalu bercanda
bahkan bolos ngaji.
Singkat cerita riyadlah sudah memasuki tawasul diteruskan dengan
bacaan dzikir yang sangat lama sekali, biasanya merasa kesal dengan acara ini
soalnya menjenuhkan, mingkin itu gangguan syetan. Tapi lagi-lagi waktu itu saya
justru menikmati berdzikir terlebih lagi apa yang say abaca saya tahu arti
serta maksudnya sehingga lebih mudah menghayati bacaan dzikir yang saya baca. Dari mulai tawasul
sambil menjiwai dan ingin sekali apa yang say abaca, yang saya kerjakan menjadi
amal shaleh yang diterima oleh Allah, jadi saya berusaha khusu.
Ditengah-tengah dzikir, entah karena terlalu focus atau menjiwai
sehingga kesadarn saya semakin menurun lalu saya dalam posisi nyaman, bisa
dibilang setengah sadar dan setengah tidur sebab waktu itu saya masih merasakan
mulut saya masih mengikuti menbaca dzikir, telinga saya masih bisa mendengar
suara orang-orang berdzikir tetapi mata saya tertutup. Entah bagai mana caranya
saya seperti lagi mimpi tapi terasa sangat nyata dimana saya melihat diri saya
sendiri sedang duduk sila dan membaca dzikir begitupun orang lain aku bisa
melihatnya.
Setelah melihat dirilu sendiri saya pergi keluar dan melayang-layang
memasuki asrama asrama, saya bisa melihat orang sedang melakukan apa saja di
asrama yang tidak mengikuti riyadlah. Saya ke luar dan melihat orang lain
sedang nongkrong asik di warung jagur, dan juga karena saya berpikir saya lagi
mimpi jadi kesempatan saya bisa masuk asrama perempuan dan tak usah takut di
hukum. Saya masuk ke asrama perempuan dan saya lihat teman saya sedang
melakukan apa saja, dia berpakaian seperti apa saya lihat dengan jelas.
Ketika saya sedang asik lihat teman perempuan saya itu tiba-tiba
saya tertarik seperti orang tertarik oleh lorong waktu dan saya terseret masuk
kedalam tubuh saya lagi seperti jin masuk kedalam botol yang ditampilkan di
film-film. Aneh sih benar-benar aneh tetapi saya yang merasakan sendiri. Cuman karena
saya merasakan bahwa itu benar-benar nyata setelah dzikir dan baca Qur’an
selesai saya gak ikut pengajian, saya ngajak ke empat teman saya pergi
kewarung. Dijalan saya ngomong ke mereka bahwa di warung ada siapa saja, dan
ternyata omongan saya benar bahkan bisa dibilang tepat sebab saya sebut satu
persatu nama orang yang ada di warung.
Teman saya takjub bisa menebak dengan tepat, lalu saya bilang di
asrama kamar nomor 02, 05 dan kamar 07, ada anak yang gak ikut riyadlah saya
sebut siapa saja nama-namanya. Teman saya jadi penasaran lalu mereka langsung
pergi ngecek kamar asrama dan tepat seperti yang saya bilang. Teman saya datang
kembali ke warung dan bertanya kok bisa tahu padahal dari awal kita semua ada
di masjid mengikuti riyadlah masa bisa tahu mereka semua. Saya gak bisa jawab
ya namanya juga tebak tebakan bisa benar juga bisa salah sebab tidak melihat
dengan mata kepala.
Jangankan teman saya, bahkan saya sendiri masih merasa heran sebab
ternyata apa yang saya sebutkan semuanya benar. Apa saya tadi benar-benar
keluar dari jasad saya begitu kira-kira yang ada dalam pikiran saya. Untuk meyakinkan
apa yang terjadi saya telpon teman perempuan saya yang di asrama. Awalnya gak
di angkat, mungkin takut ketahuan gak ikut riyadlah atau apalah itu, lalu saya
kirim sms (aku tahu kamu gak ikut riyadlah jadi angkat dong telponnya) lalu
saya telpon lagi dan langsung dia angkat. Awalnya saya ngobrol biasa nanya
sana-sini lalu bercanda, sekitar 15 menit kemudian tiba-tiba dia nanya, “hallo
bang sebenarnya abang ada perlu apa sama nona ini” dia membahasakan dirinya
dengan sebutan nona sebab itu panggilan dari saya. “gak ada perlu apa-apa sih
cuman jenuh saja dan saya tahu kamu lagi gak sibuk” kata saya masih bercanda
gak karuan.
Mungkin karena dia sudah kenal saya jadi dia terus nanya “beneran
nih saya Tanya, juju raja sama nona ini abang ada perlu apa, perlu duit? Entar setelah
yang lain beres riyadlah temui nona di gerbang kebetulan nona dapet rejeki
lebih” kata dia sambilberkata sombong seperti biasanya gayanya tak pernah
berubah. “ya sebenarnya saya mau nanya, bener atau tidak saja, kamu sekarang
pake pakean bla-bla-bla lau saya sebutkan yang di asrama perempuan siapa saja
yang tidak ikut riyadlah, benar atau tidak tolong di cek ya” saya minta tolong
pada dia sebab saya laki-laki dilarang masuk ke asrama perempuan. Kerena dia
kaget semua yang saya sebutkan tentang dirinya memakai baju apa, warna apa,
gambar apa, kemudian celana warna apa, kemudian banyak lagi dan setiap yang
saya sebutkan itu bener semua sehingga dia kaget loh kok tahu.
Saya sebutka saja cuman melihat dari kejauhan di luar gerbang. “bohong,
gak mungkin sebab setelah mandi sore saya gak keluar dari kamar gak mungkin
kamu bisa lihat saya” si nona heran juga takut saya ngitip ke asrama perempuan.
Saya besok jelaskan ke kamu sebab kalua di telpon terlalu panjang ngejelasinnya
dan gak bakal jelas kalua di telpon, yang penting orang yang saya sebutkan tadi
beneran gak ada di kamar dan gak ikut riyadlah” saya mohon agar segeera di cek.
“iya bener semua yang abang bilang kecuali six xxx sebab katanya baru kemesjid
barusan, oh ya janji besok jelasin sama aku soalnya kita juga sudah lama juga
gak ketemu.
Setelah ngobrol panjang di telpon, kesimpulannya saya bener-bener
bisa keluar dari tubuh saya sendiridan melihat sekeliling tanpa dilihat orang
lain, “wah ini asik nih harus di coba, bisa lagi gak ya atau ini hanya sebatas
kebetulan saja” saya merasa ingin mencoba melakukanya lagi. Saya pamit kepada empat
teman saya ke kamar asrama saya bilang nanti saya balik lagi ke warung. Teman saya
mengiya kan lalu saya ke kamar asrama mencoba raga sukma lagi dan hasilnya gak
bisa-bisa. Saya pikir tadi hanya kebetulan saja saya bisa melakukan itu. Dan waktu
itu saya belum tahu bahwa itu namanya adalah raga sukma atau rogo sukmo dalam Bahasa
Jawa, yang tahu saya mendapatkan pengalaman dimana saya keluar dari tubuh saya
dan saya bepergian kemana-mana saya bisa melihat dan mendengar apapun lewat
kesadaran saya yang keluar dari tubuh saya itu.

