Blog ini dibuat untuk mendokumentasikan momen baik dalam bentuk tulisan, foto, atau sebagainya, sehingga suatu saat nanti saya bisa membuka kembali lembaran kehidupan yang telah saya lewati. Blog ini bisa juga disebut sebagai galeri pribadi yang dibuka untuk umum. Orang lain bisa mengintip sebagian kecil dari kehidupan saya di blog ini, mudah-mudahan apa yang saya tuangkan di dalam blog ini bisa bermanfaat bagi orang lain.
KETAKUTAN DAN KENYAMANAN
TAFAKUR
BERTAFAKUR
Oleh: Roni Ahmad Bulqini
Langkah kecil dicambuk sunyi
Angin menerpa yang duduk murung
Nafas yang hilang debu yang muram
Bersila diselimuti tebalnya embun
Jeritan malam makin mencekam
Dibawah pohon dipelataran hutan
Mungkin hanya aku, tuhan dan alam
Ajalpun nampak jelas dihadapan
Disini ditanah subur ini
Hijau daun rimbun mulai berguguran
Ditampar angin genit yang lewat
Hanya lewat dan menaruh senyum sayu
Rindu untuk yang tak harus ditunggu
Tertanam mawar ditengah jurang terjal
Pulanglah diri kiranya hanya harapan
Kepastian yang entah milik siapa, aku tak tahu
REMBULAN PENGHIANAT
-REMBULAN YANG MALANG-
Sombongnya langkah waktu yang berjalan
tak pamit
Menginjak kepala
tanpa ragu dan malu
Tak ku tahu
setinggi itu atas kejamnya waktu
Walaupun tak tahu
namun arus mu hanya terus maju
Mentari pergi bukan
karena itu
Bukan belaian yang memanggang ulu hati
Bukan pela kau
benci sang rembulan
Walau rembulan
selalu bersama bintang-bintang
Sekarang rembulan tampak sendiri
Para bintang entah kemana, aku tak tahu
Kebahagiaan tampak retak
Tampak jelas wajah murung sang bidadari
Penuh rasa sepi dalam
diri
Roni Ahmad Bulqini
DUKA BERSAMA
-DUKA BERSAMA-
Jiwamu dalam ragamu
Tertanam kokoh didirmu
Pedihnya duka nestapa
Kau makan membabibuta
Rute Singaparna-Jakarta berlumuran berdarah
Bamboo runcing yang tak sanggup menempah
Terdiam pandangan penuh pasrah
Kian tubuh tercabik terisah
Pendekarku….
Yang mati bangkit kembali
Bukan raga yang perlaya
Keberanian yang mengilhami
Siliwangi mengaung kembali
Roni Ahmad Bulqini, 2011
-PERJUANGAN-
-PPERJUANGAN-
Susah,,,
jika yang mudah terlalu dianggap mudah akan jaddi massalah
Susah,,,
akan semakin susah jika berpikir susah
Mudah,,,,
jika berjerih payah menghadapi masalah dengan tidak menyerah pasrah dan untuk
kalah
Bangkitlah,,,,
tengok disebrang gunung tinggi menjulang menusuk langit
Istana
megah berdiri tegakdengan kokoh mencengkram bumi yang resah
Raih,,,,
deengan tangan yang lemah nan merah berlumuran darah
Rsih,,,,
deengan pedaang ditangan kau musnahkan musuh
Dan
dengan pedang kau singkirkan benalu dan belenggu
Bangkitlah,,,,
bangkitlah para kesatria tanpa nama
Bangkitlah,,,,
bangkitlah raja tanpa mahkota
Bangkitlah,,,,
untuk kemuliaan nusantara
Bangkitlah,,,,
atas nama yang maha Esa
Oleh: Roni
Ahmadd Bulqini
JANJI HANYALAH JANJI
JANJI HANYALAH JANJI
Karya : Roni Ahmad Bulqini
Masih jelas janji-janjimu terucap dimasa silam
Dengan senyum penuh kepastian atas yang kau ucapkan
Namun janji hanyalah sebuah janji yang lapuk dimakan usia
Senyuman yang dahulu selalu dinanti kini mulai
pudar disapu pilu
Dengan ringan hati kau pergi tanpa pamit
Terus menjauh tanpa tau dimana kaini kau
berada
Dalam penantian selalu kutitipkan salam rindu pada angin
Kini salam rindu terbalas dengan sebuah penyesalan yang bodoh
Kini kau kawin dan beranak dilembah hina
Senyuman yang bertebaran memupuk penyesalan
Air mata yang mengalir takan pernah dapat lagi dibendung
Duka yang kini menyelimutimu kian berkuasa dan bertahta mahkota
Hanya senyum heran, menggeleng kepala
Kasihan hanya sebatas kasihan takan lebih dari itu
Luka yang waktu itu kau buat keberuntungan baru kusadari
Celaka yang akan datang menimpa jika kita berusaha tetap bersama
Terimakasih, maaf tak pernah mengerti pengorbananmu selama ini
Kehidupan harus terus berjalan dan tidak boleh terhenti
Kamu adalah kamu bukan aku atau miliku
Tetaplah berjalan dengan kakimu
-CINTA DUNIA-
-CINTA DUNIA-
Kenapa…
Kenapa sedikitpun aku tak dapat menatap wajahmu
Kenapa hanyua bayanganmu yng nampak jelas
Apa aaku tak pantas menggenggam erat dirimu
Sungguh…
Sungguh kejam dirimu yang membuatku hanya berharap
Sungguh kejam dunia
Sungguh, ini harapan yang kosong
Aneh…
Kau tahu dunia itu kejam
Kau sadar hanya derita yang kau dapat
Kau buru dunia, kau lupa penciptanya
Dengar…
Cinta dunia lupa segala alasan tuhan murka
Cinta dunia tak menjadikan kaya raya
Cinta dunia kenapa kau kikir
Hilang bahagia kau jumpai fakir
Dunia…
Kau itu misteri yang pasti
Kau yang dicari para pemimpi
Kau akar kekemelutan terjadi
Tanpamu kehidupan menjadi sepi tak beerarti
Tanpamu musik takan sering berbunyi
Tanpamu warung toko tak ada yang menghampiri
Hampa…
Tanpamu hidup akan hampa
Kecuali untuk orang yang takwa
Kecuali orang yang yakin percaya tuhannya
Bagi mereka…
Biarpun tanpamu ia selalu bahagia
Biarpun tanpamu ia tak mengapa
Yang dicari hanyalah cinta sang pencipta
Yang dirindukan hanya Allah robbal baroya
Bahagia yang nyata ada dalam dada
Bahagia tanpa bandinganya
Saat beertaqarub menatap dirinya yang hina dihadapan-Nya
Bertaqarub nerasa disakskan tanpa jeda dan mangsa
Roni Ahmad Bulqini
07-05-016
-PUTUS ASA TERBELENGGU-
-PUTUS
ASA TERBELENGGU-
Ingin rasanya pergi jauh
dan sangat jauh sekali, dan terbang tinggi menembus kabut menembus tebalnya
awan hitam, layaknya mereka yang hidup bebas tanpa ada bayang-bayang yang
membelenggu.
Sungguh
sangat iri rasanya pada burung-burung yang terbang tanpa ada halangan dan
rintangan, iri kepada para ikan dilautan yang tak ada larangan dari batu karang
yang berdiri kokoh terbentang, pada air gunung pun yang berjalan kebawah menuju
sungai tanpa adanya hambatan, sungguh iri rasanya pada mereka pada riuhnya sang
alam raya.
Semakin jeli menyaksikan
semua itu semakin jelas rasanya putus asa menjelma dipangkuan, tak nampak lagi
senyuman tulus tak terdengar lagi bingar suara derap langkah berpijak, hanya
diselimuti rasa malu pada angin nakal mengusap tubuh, hanya diam membisu
menyaksikan segala nyata, segala yang tak dapat berpaling darinya.
Ingin
sekali melangkah bebas tanpa ada tali rantai di pergelangan kaki, melangkah
bebas menentukan arah dan tujuan kemana harus berjalan, seorang pengembara
hanya memiliki tempat hanya sekedar untuk singgah, tidak hanya sekedar duduk
termenung menatap alam menari riang berpesta pora.
karya: Roni Ahmad Bulqini
-RINDU BERUJUNG PILU-
-RINDU BERUJUNG PILU-
Hari yang selalu dinanti-nanti tak juga kunjung
menghampiri, meski lidah tak pernah lelah memohon pada sang illahi, meski
setiap hari tak pernah berhenti bertanya pada mentari, tentang kegelisahan diri
insani demi menemui seorang putri yang wangi nan cantik bak dewi bidadari.
Tak
sabar hingga akhirnya kaki melangkah pergi berlari dan terus berlari tanpa
henti demi menemui sang putri yang sedang asik bernyanyi dan menari-nari dalam
hati ini.
Apalah daya jasad tanpa ada kuasa kecuali ijin
sang pencipta, sang putri pergi dengan tanpa peduli, si putri melati kini telah
layu dihisap kumbang yang pergi setelah menghisap madu yang murni, senyuman
terindah sudah musnah, mentaripun menangis pilu, mungkin hanya murka dan nista
rasa yang masih ada padanya.
Cukup
adil rasanya, luka dan nestapa yang sangat menyiksa, kini hanya tersenyum
kasihan padanya yang hidup dengan penuh duka dan dusta, entah karma atau apa
yang kini menimpanya, yang dahulu asik berulah semena-mena bertingkah semaunya,
kini sang putri hidup bak puing reruntuhan di kota mati, kota tak berpenghuni,
hanya debu dan wajah kusam tanpa hiasan.
by: Roni Ahmad Bulqini, 2011
Langganan:
Postingan (Atom)




