BERTAFAKUR
Oleh: Roni Ahmad Bulqini
Langkah kecil dicambuk sunyi
Angin menerpa yang duduk murung
Nafas yang hilang debu yang muram
Bersila diselimuti tebalnya embun
Jeritan malam makin mencekam
Dibawah pohon dipelataran hutan
Mungkin hanya aku, tuhan dan alam
Ajalpun nampak jelas dihadapan
Disini ditanah subur ini
Hijau daun rimbun mulai berguguran
Ditampar angin genit yang lewat
Hanya lewat dan menaruh senyum sayu
Rindu untuk yang tak harus ditunggu
Tertanam mawar ditengah jurang terjal
Pulanglah diri kiranya hanya harapan
Kepastian yang entah milik siapa, aku tak tahu