KATANYA
Katanya kehidupan dunia itu sementara dan kehidupan akhirat itu
selamanya, tapi orang terlalu sibuk menata kehidupan dunia dan melupakan
kehidupan di akhirat kelak, orang terlalu terlena dengan tipu daya duniawi
sehingga terlalu takut untuk mengunjungi kehidupan ukhrawi.
Katanya uang bukanlah segalanya, tapi banyak orang yang lebih
memilih pertumpahan darah dari pada saling mengikhlaskan dan saling bersedekah,
banyak sodara yang menjadi musuh paling dimurka, dan sebaliknya banyak musuh
yang menjadi lebih dari sekedar sodara.
Katanya jangan sampai hubungan persahabatan hancur hanya karena
satu orang yang jadi rebutan, namun nyatanya kecemburuan membutakan logika dan
perasaan, sebuah ikatan yang sudah susah payah dibuat kian hancur berantakan,
nyatanya lebih memilih gendering perang.
Katanya dengan ilmu nmanusia dapat berpikir bijak, tapi nyatanya
penipuan makin merajalela, penebar kebohongan dan penistaan sumerbak
dimana-mana.
Katanya iblis dan syetan itu penggoda umat manusia, namun nyatanya
banyak orang yang mengalih profesi yang bertuankan mereka.
Katanya iblis dan syetan itu adalah musuh yang nyata, namun dalam
banyak hal manusia banyak yang terlena untuk menjadi pengikutnya, mengikuti
sifatnya, mengikuti tingkah lakunya, dan mengikuti ajaran-ajaranya.
Katanya semua manusia adalah sama, nyatanya semua manusia tak dapat
bersama selamanya, hanya berbeda paham saja sudah saling mencerca, menganggap
lebih hina dari anjing gila.
Tolong, ingatlah apa yang telah dipahami, inagtlah apa yang telah
dirasakan, inagtlah apa yang pernah diucapkan, ingat akan janji-janji yang
telah disepakati, iangat apa yang sedang dijalani, ingatlah jati diri yang
sesungguhnya manusia sejati yang atas pertolongan illahi.
Kecewa dan penyesalan selalu menghantui, hanya saja menunggu kapan
waktu yang tepat untuk berkunjung datang menghampiri, kemudian menari di ulu
hati bersama mereka si tuan duka lara dan para nestapa.
Semua yang ada hanyalah cipta karya, kesedihan dan bahagia, murung
dan ceria, timbul rasa ingin dimengerti dari pada mengerti, ingin dipahami dari
pada memahami, itu hanya cambuk sang kusir untuk memicu kuda amarah supaya
lebih liar, jadi tolong hati-hati dengan hati yang terlalu banyak misteri
sehingga sulit dipahami.
Seorang kesatria sejati akan berlari menghindari sebuah pertikaian
demi tercipta sebuah ketentraman sebuah ketenangan, seorang kesatria sejati
takan pernah menjatuhkan pedang dan tameng walau terlempar kedasar jurang
penderitaan, dan seorang kesatria sejati akan terus bangkit saat terjatuh di
medan perang menghadapi dan melumpuhkan serangan terjangan nafsu amarah yang
nyala membara, akan terus bertahan demi berkibar bendera kemerdekaan.
“JANGAN TERTIPU TIPU DAYA”
_Roni Ahmad Bulqini_






