RESUME BUKU KONSELING DAN TERAPI QUR'ANI



Judul               : Konseling dan Terapi Qur’ani
Penulis             : Dr. Ridwan, M.pd
Penerbit           : Pustaka Pelajar
Kategori          : psikologi, religi dan pengembangan diri

Daftar Isi:
BAB I             : APA DAN MENGAPA KORINI
BAB II             : LANDASAN FILOSOFI RELIGIUS
BAB III          : KONSEP-KONSEP UTAMA KORONI
BAB IV          : MODUL TERAPETIK
BAB V            : MENYINGKAP KEBUTUHAN TERAPI
BAB VI          : TERAPI FITRAH
BAB VII         : TERAPI PERTOBATAN
BAB VIII       : TERAPI PENJANGKIT SUKSES
BAB IX          : TERAPI KESOMBONGAN
BAB X            : TERAPI KEDENGKIAN
BAB XII         : TERAPI KESEDIHAN


BAB I
APA DAN MENGAPA KORINI
Apa itu korini? Korini adalah konseling dan terapi Qur’ani. Korini hadir dengan tujuan menawakan solusi dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Prosesnya dilakukan dengan mentadzaburi ayat-ayat dan munajat dengan ayat Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Korini datag menawarkan beberapa teknik penyembuhan dengan metode khazanah penyembuhan islam kasik yang dikemas dengan bentuk konseling dan terapi.
Ada tiga pertimbangan meneliti dan menyajikan konseling terapi Qur’ani. Pertama, bimbingan konseling yang ada untuk sementara ini tidak ditunjukan sebagai perjalanan menuju Allah. Kedua, problem pada jaman sekarang adalah disorientasi, salahsatunya orang sibuk mencari harta hingga lupa kepada tuhan sang pemilik segalanya, oleh karena itu dalam korini ini disajikan teknik terapi dari tokoh islan klasik maupun kontemporer. Dan ketga, konseling ysng berdsarkan pada Qur’an dan Sunnah yang ditinggalkan oleh orang-orang yang saleh.
Kenapa harus psikoterapi islam? Ibnul Qayim Al-auziah mengatakan Al-Qur’an adalah obat yang sempurna bagi segala penyakit, baik itu sakit fisik maupun mental, sakit dzahir maupun batin, sementara itu Sutoyo menunjukan alasan-alasan mengapa Qu’an dijadikan rujukan dalam konseling. Diantara alasan itu:
1.  Bahwa manusia adalah makhluk Allah, dan Allah memberikan Al-Qur’an kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. Maka daari itu segala sesuatu harus kembaki kepada qur’an da sunah.
2.      Informasi penting untuk mempasilitasi konseling sudah tersedia dalam Qur’an dan sunah.
3.   Baik konselor maupun konseling yang ingin mengambil berkah dari hikmah Qur’an mamka Allah akan mempermudahnya.


BAB II
LANDASAN FILOSOFI RELIGIUS
 Korini ini memiliki llandasan yang sangat kuat diantaranya landasan fillosofis yaitu sebuah pencarian anusia terhadap kebenaran dan kedua adalah landasan religius yakni landasan yang bedasarkan kepada wahyu tuhan yang mencipta, memnbina alam semesta dan seluruh isinya termasuk didalamnya adlah manusia. Implikasi korini adalah mendeteksi kehendak (kemauan) indivisu kemana arah potensi kehendaknya dan seberapa kuat atau lemahnya kehendak tersebut, ini sangat penting sebab kegendak konseling adala dasar perubahan seperti dalam firman Alah (Qs. Ar-Ra’d [13]:11) sesungguhnya Allah tidak akan m erubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan dalam diri mereka. Selanjutnya dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa manusia akan kembali kepada Allah, berarti hidup adalah perjalanan kembali menuju kepada-Nya yang artinya perjalanan hidup adalah proses pembersihan diri sebab akan kembali kepada yang maha suci. Adlapun unsur yang akan disucikan adalah unsur diri/jasad dan unsur ruh. Tuhan maha suuci, oleh karena itu hanya bias didekati oleh orang yang suci. Oleh karenanya perjalanan kehendak manusia untuk mendekati-Nya maka harus melalui akal pikiran yang jehrnih, berpikir adalah proses menemukan phenomena-penomena alam tetapi ia akan menemukan kebenaaran jika didahului dengan dzikir.
Lawan dari kata membantah adalah taat, tunduk atau patuh. Menurt Maududi, arti islam ada dua: pertama, memasuki perdamaian dan kedua, penyerahan diri atau kepatuuhan keppada tuhan. Dengan paparan tersebut maka membantah menjadi satu factor utama seseorang seseorang menjadi bermasalah. Pertanyaannya mengapa terkadang kita melakukan kesalahan? (1). Jika melakukan kesalahan secara spontan itu adalah karea memori dimasalalu yang tersimpan dialam bawah sadar menurut psikodinamik itu bias juga karena kesalahan pola asuh. (2). Karena tidak tahu atau susuatu yang sudah tahu tetapi tetap dilakukan dan itulah yang namanya zalim. Dari membantah tersebut kemudian munculah penyakit jiwa misalnya ujub, takabur, riya dan laiinya. Kasus besar di negri ini merupaka karena factor lemahnya iman. Seperti para koruptor yang membantah kehadiran tuhan pada perbuatanya, mereka menganggap tuhan tidak menyaksikan.
Didalam korini akal pikiran dibangkitkan dengan dialog dan musyawarah bisar mengerti. Dengan konfirmasi agar sadar, denagn muhasabag agar tahu masalah detilnya, dengan tadzaabur dan tadzakur akar hati semakin menundik,
Dengan tunduk kepada Allah maka rahmat Allah akan turun menghampininya. Bagi orang yang mentadzaburi Al-Qur’an maka ada lima yang akan didapatkan:
1.      Mendapatkan petunjuk
2.      Mendapatkan hikmah. Arti hikmah antara lain: pertama, pengetahuan hakikat kebenaran perwujudan dalam kehidupan, dua, ilmu yang bermanfaat dan aktifitas yang membawa keseamatan dan tiga, kondisi psikis, ketundukan kepada tuhan. Rumi juga berpendapat bahwa hikmah itu merupakan sesuatu yang tersembunyi, maka hikmah tidak akan muncul kecuali menariknya keluar.
3.      Sembuh dari gangguan penyakir
4.      Mendapatkan cahaya, maksudnya adalah orang yang mati jiwanya adalah orang yang tidak mendapatkan penerangan dari Al-Qur’an sehingga orang yang dihidupkanjiwanya dengan Al-Qur’an maka akan terbebas dari kegelapan, menjadi terhormat dihadapan Allah.
5.      Mendapatkan ruh Al-Qur’an, manusia hidup karena roh yang ada pada dirinya. Al-Qur’an disebut roh artinya akan memberikan kehidupan pada hati yang mati, Al-Zauziah (2005, hal. 3) mengatakan bahwa hati yang mati adalah hati yang tidak mengingat tuhan dan selalu mengikuti hawa nafsunya.



BAB III
KONSEP-KONSEP UTAMA KORONI
Diawal sudah dijelaskan bahwa koroni merupakan Konselling Terapi Qur’ani yang mana merupakan kensep gabungan dari konseling dan ayat Al-Qur’an sebagai pedoman untuk mengentaskan masalah. Konselling sendiri berasal dari barat namun di dalam islam lebih mengenal sebagai mana dalam firman allah Qs. An-Nahl [16]:3 yang artinya “maka bertanyalah kepada ahl adz-zikra. Istilah bertanya berarti menyangkut sesuatu yang tidak diketahui, mulai dari pertanyaan sehingga menjadi lebih kompleks, dari pertanyaan khusus hingga pribadi, dari pertanyaan hingga pengalian alam bawah sadar.
Apakah konseling dan psikoterapi itu sama atau berbeda? Menurut Nelson-jones (2009, hal.191) mengatakan bahwa upaya untuk membedakan keduanya tidak akan berhasil. Dalam kajian ini bahwa keduanya digunakan dengan Alasan sebagai berikut: pertama, para ahli secara jelas tidak pernah bias membedakan keduanya. Dua, perubahan sikap dan tingkah laku akibat tadabur Al-Qur’an biasanya menyakngkut soal keimanan dan keimanan terletak di pusat kepribadian. Dan ke-tiga, didasarkan kepada hadits nabi “apabila baik qalb (hati)nya maka akan baik pula seluruh tubuhhnya. Menurut penulis apllikasi tadabur Al-Qur’an kedalam terapi dan konselilng.
Menurut Rober Frager pada dasarnya manusia memiliki dua unsur, jasad dan ruh atau jiwa dan jasad. Dari sana berkembang istilah lain yakni mental, spiritual, moral, dan fisik. Dari sini objek sasaran korini alada:
1.      Sasaran spiritual, merupakan aspek rasa yang berkaitan denagn ruh, jiwa, semangat, keimanan, kesalehan, maka akan sampai pada pusat qalb.
2.      Sasaran mental, dalam psikologi disebut yang erhubungan dengan akal pikiran, ingatan, atau proses yang berhubungan dengan akal pikiran dan ingatan.
3.      Sasaran moral, ada tiga istila yaitu moral, akhlak dan etika. Moral adalah aturan atau nilai bersikap dan berprilaku yang dihasilkan oleh sekumpulan populasi.
4.      Sasaran fisik, yaitu badan atau tubuh dzahir manusia.
Tingkatan dalam tadabur koriini dijelaskan oleh Hasan Mustafavi yaitu sebagai berikut:
1.      Ibarat, yankni dimana kebanyakan orang awam hanya mengetahui Al-Qur’an secara teks dantafsiran saja.
2.      Isyarat, orang khusu sehingga memahami penafsiranya lebih mendalam dan kelebihanya terdapat pada hati nuraninya.
3.      Lathaif, pemahaman sangat mendalam yang hanya bbisa diraih oleh pengalaman nur batin, dan ini merupakan tingkatan para wali
4.      Haqaiq, adalah keyakinan terhadap Al-Quran dengan tanpa keraguan dan ini merupakan tingkatan para Nabi.

BAB IV
MODUL TERAPETIK
Tujuan dari korini diantaranya:
1.      Mengakui telah berbuat salah, kalua sudah mengakui maka akan timbul rasa malu sehingga akan langsung bertaubat karena kesadaran sendiri.
2.      Membersihkan pikiran dan rasa egatif, seperti prasangka buruk, lemah berpikir, malas dll
3.      Memiliki keyakinan kuat, hidup adalah perjalanan kembali menuju Allah yang akan menemui banyak rintangan dan godaan sehingga dibutuhkan keyakinan yang kuat dan tak tergoyahkan sehingga tidak terjerumus dalam kesalahan dan membantah tuhan.
4.      Teratasi masalah-masalah spesifik, masala itu timbul dari lemahnya iman sehingga dengan proses yang diatas masalah akan terselesaikan dengan baik
Jika ditinjau dari segi kualifikasi maka seorang kiyai atay seorang guru (mursyid) juga merupakan konselor sebab seorang syekh atau guru akan mengetahui kebutuhan seorang murid dan memantulkan kebutuhan murid melalui mata hati sang syekh. Sebagai konsekuensi kualifikasi yang dipenuhi konselor dan konseling terapi Qur’ani:
1.      Kompetensi Al-Qur’an dan hadits
a.       Menyatunya hati dan pikiran
b.      Gemetar hati ketika mendengan nama Allah
c.       Bertambah iman
d.      Bertambah khusuk
e.       Merasa bahagia
f.        Mengagungkan Allah
g.      Menangis dan takut serta bahagia karena Allah
h.      Pengetahuan tajwid
i.        Pengetahuan terhadap makna
j.        Pengetahuan tentang tafsir
k.      Mentadzaburi
l.        Munajat
m.     Istikomah bertadaru
2.      Berkompeten dalam teori dan peraktik terapi koroni
3.      Kompeten dan terampil dalam konseling konpensional dan riset
4.      Berzikir dibawah bimbingan guru
Adapun sikap yang harus dimiliki oleh terapis korini diantaranya:
1.      Sifat lemah lembut
2.      Sifat pemaaf dan memohonkan ampun
3.      Sabar dan tidak pemarah
4.      Bijaksana
Fungsi dan peranan konselor adalah sebagai teman, seorang ahli, motivator, informan, penyedia alternative, pemberi tantangan, adapu tahapan dalam konseling diantaranya:
1.      Menganalisa kebutuhan konseling
2.      Tadabur ayat
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah
4.      Berazzar, artinya mengambil keputusan atau komitmen terhadap konseling yang dijalani
5.      Tawakal, berserah diri kepada Allah taala dengan sepenuhnya setelah segala ikhtiar yang dianggap maksimal
Dalam kegiatan konselling pastinya ada interaksi, maka supaya iteraksi berjalan baik harus membuat sebuah hubungan yang baik seperti dalam korini ini sebagai berikut:
1.      Hhubungan yang didasarkan kasih saayang bukan karena uang
2.      Dalam hubungan ini tidak beleh mengarapkan suatu penghaargaan
3.      Konselor perlu mencegah konseling melakikan suatu yang ambisius dalam sesuatu
4.      Tidak boleh merendahkan konseling
5.      Materi harus disesuaikan dengan pengetahuan konseling, jangan sampai membuat konseling membuat tambah pusing lahi.
6.      Yang dikatakan oleh konselor adalah yang telah diamalkan



BAB V
MENYINGKAP KEBUTUHAN TERAPI
Sasaran Korini adalah orang yang kurang yakin, takabur dan sombong, dengki, serakah, yang sedih (depresi) dan kosong jiwanya. Dalam islam mereka itu disebut orang yang mengidap penyakit hati. Kalua kita punya kehendak maka sesungguhnya untuk melakukan korini itu sangat mudah, namun jika masih merasa sulit maka disana perlu adanya bantuan daro orang-orang yang berkompeten dalam melakukan korini. Terkecuali orang yang tidak punya kehendak maka akan sulit untuk menemukan atau mendiagnosa sakit hati.
Adapun untuk tekniknya, Al-Qur’an itu merupakan sebuah pedoman hidup dan kehidupan serta didalamnya adalah obat bagi setiap penyakit dan solusi bagi setiap masalah.  Maka jika konselor melakukan prosedur maka insyaAllah akan mendapatkan petunjuk:
1.      Niat, mengharap ridha Allah dan agar diberi petunjuk mengenai apa yang diniatkan. Ketika berniat maka bacakan siapa yang bersangkutan dan sebutkan pula nama ayahnya
2.      Harus memiliki wudzu
3.      Siapkan Al-Qur’an dan menghadap kiblat
4.      Buka dan baca ayat yang menarik saat pertama kali dilihat
5.      Konsen pada ayat tersebut baca dan baca pula terjemahnya serta coba untuk pahami
Untuk menyingkap penyakit hati sesunggunya sangat mudah jika sudah terbiasa melakukan muhasabah. Muhasabah adalah intropeksi diri.
Adapun untuk menyikapi masalah siswa seperti sering bolos, tidak mengerjakan PR, atau siswa yang cerdas tapi tidak mau bekerja sama, suka membulli dll. Kemungkinan besarnya adalah tingkat keimanan yang lemah serta tidak pernah melakukan muhasabah. Dalam kondisi ini mungkin saja sejak awal mereka tidak menyandarkan dirinya kepada Allah. Kalua mau sukses pasti butuh terapi. Dengan demikian ada tiga cara bagi seorang konselor: pertama, disikapi masalah melalui wawancara konseling. Ke dua, obrolan dan observasi diluar konseling dan ketiga, melalui kualitas konselor.
Setelah melakukan penyikapan masalah baik dengan konseling maupun dengan muhasabah, maka konseling akan menemukan letak dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sehingga disana perlu ada peran konselor untuk meneguhkan hati konseling. Untuk meneguhkan maka perlu dengan cara lemah-lembut, arif, bijaksana, sabar, untuk mewujudkan fungsi sebagai pengingat. Selanjutnya konseling yang tertarik melakukan Korini maka konseling perlu menguatkan keinginannya untuk melakukan terapi. Dalam salat bermunajatpun kita sering denger imam sering bermunajat, coba kota perahatikan salat kita”
1.      Bacaan fasih tapi rasa tanpa makna
2.      Tidak berhenti utuk berdialog dengan tuhan
3.      Gerakan kita mengikuti gerakan anggota badan
Munajat adalah merayu tuhan dari dekat,  merasakan bahwa tuhan mendengar setiap rintihan kita kepadanaya. Dalam penyembuhan munajat sudah menjdadi tradisi dalam islam. Dari sisi ilmiyah menurut Jhunke dkk, (2009,hal.17) telah membuktikan efek do’a dalam penelitinaya. Dan M.Saleh(2009) telah membuktikan peneliitiantentang salat tahajud untuk kebutuhan tubuh sesungguhnya dikalukan denagn munajat.
Berikut ini adalah sembilan hal yang dikabulkan oleh Allah sebagai mana di munajatkan oleh nabai ibrahim As,sebagai mana yang diabadikan dalam Al-Qur’an dalam surat ibrahim ayat 35-41.diantara yang dikabulkan Allah diantaranya:
1.      Diberi negri yang aman dan kekuatan iman. Terdapat pada ayat 35
2.      Millah ibrahim menjadi misi raasulullah SAW, pada ayat 36
3.      Anak keturunan menjadi ikakatan manusia. Pada ayat 37
4.      Dimudahkan dalam rezaki meski tanah tanpa tanaman. Pada ayat 37
5.      Menjadi oorang yang pandai bersyukur. Pada ayat 37
6.      Diberi rasa senantiasa merasa dewaasa. Pada ayat 38
7.      Dianugerahi keturuunan pada ayat 39
8.      Diberi kekuatan dalam nenjaga salat, pada ayat 40
9.      Diampuni dosa. Pada ayat 4i
Meskipun tujan terapi munajat sesuai denagn kebutuahan spesifik individu tapi pada umumnya kepada Allah Swt antaralain:
1.      Menemukan tempat mengadu paling tepat
2.      Medapatkan sambutan dari-Nya. Berupa ilham, hikmah, fadillah dll
3.      Peningkatan dalam cara berpikir dan pemecah masalah
4.      Mendapat kesembuhan sesuin niat munajat
5.      Mendapatkan rasa ketenangan dalam eraktivitaas sehari-hari.
Munajat yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebagai mana dalam hadits yang diriwayatkan oleh huzaifah R.A, yakni:
1.      mambaca ayat ayng menhgandung tasbih
2.      membaca ayat yang mengandung do’a
3.      membaca ayat yang mengandung tentang perlindungan seperti ayat yang menceritakan hari kiamat atau siksa neraka.
PROSEDUR TERAPI MUNAJAT
1.      Menangkap kebutuhan terapi
Apabila individu menyadari sifatnya itu, dan bersedia menjalani terapi, maka konselor menawarkan untuk menjalankan tadaburi ayat Al-Quran, serta konselor menerangkan terapi tadabur dan munajat serta tujuan kedepanya sepertii apa.
2.      Tadabur ayat
Konselor juga menjelaska tadabur yang dilakukan oleh Nabi Muhammad
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah
Yang dimaksud musyawarh adalah menyepakati tadabur yang akan di implementasikan dalam tadabur tersebut.
4.      Beazam
Perlu tekad kuat untuk mewujudkan dalam rindakan:
a.       Konselor melakukan konseling untuk mengukuhkan konseling dalam menghadapi rintangan
b.      Konselor dan konseling menandaatangani kontrak bimbingan
c.       Dibahas pula kemungkinan pendampingan konseling untuk implementasinya.
Indicator atau tanda-tanda keberhasilan dalam melakukan terapi munajat antara lain:
1.      Hilang keresahan, kegelisahan, kesedihan, kebingungan dan lainya
2.      Merasakan sambutan dari Allah
3.      Meningkat kemampuan dalam berpikir
4.      Meningkat keimanan
5.      Mendapatkan ketenangan d alam beraktivitas

BAB VI
TERAPI FITRAH
Ustman Najati (2003, hal.324) fitrah adalah agama yang lurus. Potensi untuk mengenal dan mentauhidkan Allah. M. Q. Sihab (2010, hal.370) bahwa setiap orang memiliki fitrah, namun karena selama di dunia sering melakukan kesalahan maka fitrahnya semakin melemah dan bahkan bias tidak terlihat. Firaun sendiri yang selama hidupnya mengingkari Allah akhirnya mengakui serta percaya ketika ruhnya meninggalkan tubuhnya.
Pada fase SMP-SMA seharusnya level iman mereka sudah meningkat karena sudah dapat mengembangkan fitahnya untuk sampai kepada Allah dengan akalnya. Artinya mereka telah mengembangkan imannya ke tingkan iman akal. Jika para siswa membuka dan memperluas fitrahnya dan begitupun dengan imannya maka dengan bimbingan dari guru-gurunya segarusnya para siswa dapat menghindari prilaku bolos, minuman keras, narkoba, tauran dan sebagainya.
Kemudian semakin dewasa seharusnya fitrah dan keimanan mereka sudah sampai pada akal dan hati. Dan kemudian secara bertahap memasuki tahapan qalb kelompok pada makom makrifat. Namun dalan realitas lapangan ternyata usia spiritual tidaklah sama dengan usia kronologis. Banyak dari mereka hanya beriman pada makom syareat atau bahkan belum sampai kesana.
Fitrah yang diberdayakan dapat memperkokoh keimanan. Ia mengandung makna bahwa individu meyakini dengan penuh bahwa ada pencipta alam semesta. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang Maha Bijaksana, yang Maha Kaya. Menurut Abdushshamad (dalam suyoto, 2009, hal.148) iman kepada Allah itu ada hubungannya dengan kesembuhan penyakit yang diderita.  Disebutkan bahwa penyakit keras seperti jantung, kangker, liver, rematik dan yang lainnya ersumber dari penyakit psikis, atau karena kekacauan jiwanya. Sementara dengan memperkuat keimanan yang kuat akan memberikan kedamayan pada jiwa.
Sebagai mana disebutkan bahwa tidak tumbuhnya iman adalah karena dosa yang sering dilakukan maka tuhan menghapuskan kesadaran terhadap dirinya sehingga semakin sering melakukan dosa maka akan semakin terhapus juga kesadara atas dirinya dan kepada tuhan. Mereka itulah yang mengidap ganggguan jiwa. Oleh karena itu fitrahnya harus dibangkitkan kembali supaya kesadaranya kembali bahwa jauh sebelum ruh ditiupkan manusia pernah bersaksi dihadapan Allah.
Dalam psikologi sufi, disebutkan bahwa manusia tidak aka beribadah dengan sempurna kepada Allah tanpa mengenalnya. Dalam hadits yang cukup popular dikatakan “barang siapa yangmengenal dirinya maka akan mengenal tuhannya” mengenal dirinya yaitu mengembalikan kesadara bahwa jauh sebelum terlahir ke dunia manusia telah bersaksi dihadapan Allah bahwa Allah lah tuhan yang nyata dan tiada tuhan selain Allah.

Prosedur terapu fitah
1.      Analisis kebutuhan terapi
Koseling perlu mengungkap gejala dengan muhasabah, eksplorasi, empati dan seeterunya, masalah yang terungkap harus disadari sendiri oleh konseling. Konselor menyiapkan asas-asas konseling, misalnya azas kerahasiaan, keterbukaan atau keyakinan. Setelah itu konselor perlu menjelaskan prosedir yang akan dijalani.
2.      Tadabur ayat
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah
Pengubahan melalui penjangkitan keimanann. Kalua mulai tumbuh keimanan baru maka bersyahadatlah dengan benar:
a.       Jangkitkan ketuhanan bahwa Allah itu ada
b.      Jangkitkan keimanan bahwa dia telah ditolong oleh Allah
c.       Latihan menjangkitkan keimanan kepada Al-Qur’an
d.      Bersyahadat dengan baik dan benar
e.       Menawaarkan latihan-latihan
4.      Berazam
5.      Tawakal
Tekad yang kuat tetap perlu sandaran, jika tida ada sandaran maka akan berujung pada hasil yang kurang baik. Tawakal adalah bersandar diri hanya kepada Allah dengan segala ketergantungan pada-Nya.
Secara khusus indicator keberhasilan ini menunjuk pada peningkatan ketakwaan:
1.      Meningkatkan frekuensi melalui kewajiban dan hal yang bai kepada Allah
2.      Menurunkan frekuensi yang dianggap negative
3.      Meningkatkan frekuensi raasa aman dan nyaman
4.      Meningkatan penggunaan waktu untuk berpikir
5.      Meningkatkan prekuensi antara hati pikiran dan hidup yang hati-hati

BAB VII
TERAPI PERTOBATAN
Menurut Al-Jauzi (1999, hal. 83) hakekat tobat adalah kembali kepada tuhan dari lembah kesesatan dengan melakukan apa yang dicintai oleh Allah dan Rasulnya seta meninggalkan segala yang dilarang-Nya. Terapi Korini dilakukan dengan proses penyadaran, penyelesaian, penyelesaian, dan membersihkan efek-efek negative serta memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Dengan demikian terapi pertobatan:
1.      Sasaranya sepiritual mental, orang yang tidak bertobat atas kesalahanya akan mengalami peyakit malas sekolah, belajar dan kemalasan yang lainnya, resah, gelisah dan lain-lain
2.      Proses terapinya delakukan deang pernyadaran, penyelesaian, dan pembersihan dari sifat-sidat negative.
Efek negative dari tidak melakukan tobat menurut Al-Ghazali 2009d, hlm. 164) diantaranya: pertama Kegelapan jiwa yag akan semakin bertumpuk oleh pelanggaran yang selalu dilakukan. Kedua, Banyak sakit yang datang hingga tiba pada kematian lalu tidak sempat melakukan pertobatan. Dengan gelaapnya jiwa ia tidak akan mengetahui kenapa seperti itu sehingga tida tahu harus berbuat apa. Oleh karena itu ia akan jatuh sakit pisi akibat tekanan jiwa (psikosomatik) yang semakin besar akibat dari perbuatan dosa yang tida ditobati.
Diantara keuntungan melakukan tobat adalah mental akan ringan, berpikir jernih, ingatan kuat, dan banyak lagi keuntungan yang akan didapat. Bila terbiasa melakukan amal saleh maka itulah prestasi, suaatu amal yang kelak akan diperoleh hasilnya di Akhirat. Selain itu dalam terapi Korini maka tobat adalah salah satu kunci kesuksesan.
Dilain pihak terapi tobat sering dianggap sepele, mereka beranggapan cukup hanya dengan bacaaan istigfar yang umum. Dengan begitu terapi tobat menjadi penting dengan alasan sebagai berikut:
1.      Orang yang melakukan dosa maka ia akan melakukan apapun yang ia kehendaki karean ia dalam keadaan yang tidak sadar akan berbahayanya berbuat dosa.
2.      Banyak orang yang hanya beristigfar tanpa mengetahui tujan dari istigfar, sehingga istigfarnya tidak begitu memberikan dampak pada si pembaca, sebab beristigfarnya tidak mengikuti prosedur dalan bertobat.
3.      Banyak orang yang tidak yahu tobat seperti apa yang akan diterima oleh Allah sehingga orang merasa dirinya telah bertobat namun syarat tobatnya tidak terpenuhi.
Tujuan dari bertobat adalah untuk membersihkan segala perbuatan yang buruk dan kembali kejalan yang benar. Al-Gazali mengemukakan tanada-tanda orang yang tobantnya diteriima:
1.      Individu merasa dirinya terpelihara dari perbuatan dosa
2.      Berkumpul denagn orang saleh
3.      Dalam segala tindakanya merasa adisaksikan oleh Allah
4.      Banyak melakukan amal kesalehan namun masih merasa sangat kurang
5.      Lisannya terjaga
6.      Membiasakan merasa sedih dengan dosa yang pernah dilakukan
Adapun proses terapi pertobatan ialah sebagai beriikut:
1.      Analisis kebutuhan terapi
2.      Tadabur ayat, diantaranya pertama, efek negative tidak bertobat. Dua, sambutan Allah untuk orang yang bertobat dank ke tiga tanda diterimanya tobat
3.      Musyawarah dan menyeru dengan hikamah, dengan melakukan konseling menggiring konseling melakukan tobat seperti yang disyariatkan
4.      Azzam, tekad yang kuat sangat diperlukan sebab berbuat dosa itu bersifat adiksi atau ketaguhan sehingga akan sulit untuk berhenti dari melakukan maksiat. Maka dari itu tekad yang kuat sangat penting
5.      Tawakal, tanpa bantuan Allah manusia tidak dapat berbuat apa-apa sehingga wajib manusia menyandarkan segala urausanya kepada Allah
Untuk objek indicator keberhasilan dari terapi tobat adalah sebagai berikut:
1.      Memelihara diri dari perbuatan dosa
2.      Sering berkumpul denagn orang sleh
3.      Sering merasakan Allah hadir dalam aktifitasnya
4.      Merasa kurang beramal untuk persiapan diakhirat
5.      Menyibukan diri dengan hal yang diperintahkan Allah
6.      Menyesali perbuatan dosa yang dpernah dilakukan

BAB VIII
TERAPI PENJANGKIT SUKSES
Yang dimaksud menjangkit sukses adalah menjangkit karakter sukses, melalui penyembuhan sepiritual yangtidak berani melangkah karena mentalnya lemah. Terapi ii dilakukan dengan bertujuan: pertama, Sasaran semua aspek penyembuhan, pisik, emosi dan spiritual. Kedua, Proses terapinya adalah dengan cara membangkitkan keyakinan dengan kalimat konfrontasi dan tindakan nyata.
Tidak ada sukses besar tanpa keyakinan yang besar. Maksudnya keyakinan yang sangat kuat, tangguh, dan mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa.dalam kenyataanya ada yang mendasarakan prinsipnya pada pikiran, rasio, dan banyak lagi prinsip kebenaran hati. Tapi sesungguhnya perisip-periinsip itu adalah prinsip yang primitive sebab belum tersentuh oleh petunjuk tuhan.
Yang menjadi masalah adalah sebagian orang yang beriman bertindak ragu. Mereka justru melanggar prinsip kejujuran ketulusan, kerja sama yang baik, yang semuanya adalah ajaran agama yang dianutnya dan semua yang dilalngar itu adlah kunci utama sukses. Menurut psikologi sufi, iman mulai mantap disarakan apabila seseorang mencapai jiwa yang tenang yang merupakan prestasi tersendiri dalam mendekatkan diri kepada tuhan. Orang yang dekat dirinya denagn tuhan maka tidak akan bertindak ragu-ragu.
Tujuan dari terapi ii adalah mengunggah jiwa konseling dengan kisah kisah sukses para nabi sehingga mampu melangkah untuk mewujudkan mimpi-mimpinya secara khusus terapi penjangkit sukses ini adalah:
1.      Mampu mentadaburu dan munajat ayat khas orang sukses
2.      Merasa tenang jiwa untuk bangkit mengatasi kelemahan
3.      Mampu mulai dari langkah pertama
4.      Mampu melangkah lebih jauh dan lebih besar
5.      Mampu menunjukan indicator kesuksesan besar
Untuk prosedur terapi penjangkit kesuksesan ini yaitu:
1.      Analisis kebutuhan terapi
2.      Tadabur ayat
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah
Inikator keberhasilan dari terapi ini diantaranya:
1.      Meningkat dalam mentadaburi ayat
2.      Meningkat kemampuann berpikir
3.      Meningkat kemampuan dalam beraktivitas
4.      Mampu melakukan hal kecil hingga besar
5.      Timbul dalam dirinya membela kebenaran

BAB IX
TERAPI KESOMBONGAN
Sombong adlah penyakit yang dibawa oleh iblis. Kisahnya ketika disurga tatkala Allah memerintahkanya untuk sujud kepada Adam, iblis menolak karena merasa dirinya lebih mulia dari pada adam sehingga i=iblis membantah perintah Allah. Karena sombong adalah penyakit yang disebarkan oleh iblis sehingga para sahabat Nabi sangat berhati-hati akan sipat sombong ini. Karena orang yang sombong akan dimusuhi oleh Allah.
Tidak ada dampak positif dalam kesombingan, yang ada hanyalah dampak negative. Adapun dampak positif hanya ada dalam sifat tawadu. Tawadu adalah kebalikan dari sifat sombong. Sombong adalah penyakit hati. Dampak yang terbesar adalah diakhirat nanti ia akan dilemparkan ke dalam neraka. Di dunia pun akan mendapatkan kehidupan seperti neraka yang jauh dari kata bahagia dan nyaman. Adapun tanda orang yang sombong diantaranya:
1.      Suka pamer
2.      Tidak mau mengalah dan tidak mengakui kekalahan
3.      Tidak mau mengakui kesalahan
4.      Tidak mau dianggap rendah
5.      Tersinggung jika tidak disebut gelarnya (merasa tidak dihormati)
6.      Hatinya mati
7.      Tidak disenangi orang-orang.
8.      Cinta dunia
Tujuan dari terpi kesombongan adalah:
1.      Mempasilitasi individu untuk menyadari adanya sifat ujub
2.      Mengenali sifat sombong
3.      Melatih agar bersifat tawadu
Prosedur terapi kesombongan yaitu:
1.      Analisis kebutuhan terapi
2.      Tadabur ayat
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah
4.      Azzam dan tawakal
Indicator keberhasilan:
1.      Meningkat dalam tadabur ayat
2.      Meningkat khusu dalam salat
3.      Meningkatkan daya ingat
4.      Meningkat dam social

BAB X
TERAPI KEDENGKIAN
Dengki sudah dibahas dalam bab II. Dengki menurut Al-Gazali ada dua macam penyakit dengki yaitu: prtama, dengki atas nikmat yang diperoleh orang lain. Dua, iri melihat kelebihan orang lain. Dengan demikian sasaran terapi ini adalah aspek spiritual. Dengan begitu sasaran terapi ini adalah penyembuhan sisi emosional, spiritual dan moral. Adapun tujuannya adalah: pertama, mempasilitasi konseling menyadari kedengkian dalam dirinya. Kedua, mempasilitasi menggali factor penyebab. Dan ke tiga, konseling menerima dirinyam kehidupan dirinya dan orang lain tanpa syarat.
Prosedur terapi yang dilakukan adlah:
1.      Analisis kebutuhan terapi
2.      Tadabur ayat
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah
4.      Azzam dan tawakal
Indicator keberhasilannya adalah:
1.      Mentadaburi ayar tentang dengki
2.      Meningkat kesadaran diri
3.      Meningkat kemampuan untuk mengatasi rasa iri yang muncul

BAB XI
TERAPI KESERAKAHAN
Tamak adalah sikap yang dimiliki seseorang dimana dirinya selalu tidak merasa puas akan sesuatu. Sifat rakus ini sudah menjadi watak bani adam. Artinya telah melekat pada watak manusia. Dalam salah satu haduts dijelaskan bahwa mencari harta itu dioerbolehkan selagi tidak serakah artinya menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang diinginkan.
Berikut ini adlah dampak buru dari tamak dalam harta:
1.      Sering stress karena selalu merasa tidak cukup
2.      Menghinakan diri Karen mengharapkan lebih
3.      Sedih jika yang diingikan tidak didapatkan atau yang dicintainya hilang
4.      Di akhirat neraka menanti orang-orang yang bersikap tamak
Tujuan dari terapi adalah mempasilitasi agar ki=onseling menyadari sikap serakah, sehingga konseling menyadari bahwa kekayaan yang sesungguhnya dari hati, konseling dapat keseimbangan dalam manajemen hidup dan dapat menerimanya tanpa syarat.
Prosedur terapi yang dilakukan:
1.      Analisis kebutuhan terapi
2.      Tadabur ayat
3.      Bermusyawarah dan menyeru dengan hikmah

BAB XII
TERAPI KESEDIHAN
Menurut Al-kindi dan Al-Razi, kesedihan dan keedukaan merupakan gangguan psikis yang terjadi pada saat kehilangan yang dicintai atau yang diinginkan. Bagi mereka menyembuhkan dan memperbaiki penyakit psikis lebih harus di utamakan dari pada menyembuhkan penyakit pisik.  Sebab menurutnya tindakan pisik ada karena tindakan jiwa.
Menurut Al-Kindi ada dua kecintaan yang diinginkan manusia, peretama, keinginan dan kecintaan terhadap duniawi atau bersifaat pisik. Ke dua, kecintaan yang bersifat rasional sepeti ingin abadi. Begitupu Al-Kindi membagi kesedihan dalam dua bagian: pertama, bersumber pada diri sendiri. Misalnya keinginan pada haliyah duniawi yang dicintainya tidak tercapai. Dan ke dua, bersumber dari orang lain seperti di fitnah, dicaci, di maki dan sebagainya.
Kesedihan menimbulkan efek pada pisik, psikis dan social. Diantaranya:
1.      Gejala fisik, seperti: insomnia, terlalu sakit, berprilaku pasif dan suka menyendiri
2.      Gejala pasikis, seperti: kehilangan rasa percaya diri, sensitive (mudah mengaitkan segala sesuatu yang negative dengan dirinya) merasa tidak berguna, merasa bersalah, dan perasaan terbebani.
Tujuan teapi adalah sebagi mempasilitasi konseling untuk mengenali factor-faktok kesedihanya, musibah yang dialami meupakan takdir Allah dan mempasilitasi supaya konseling mendapat ketenangan dan dapat beraktifitas lagi. Terapi ini fokusnya pada aspek spiritual, kognitif dan psilaku dengan prosedur terapi sebagai berikut:
1.      Menganalisa keperluan terapi
2.      Tadabur ayat
3.      Musyawaarah dan menyeru dengan hikmah
a.       Musyawarah tentang ketentuan musibah
b.      Menginfrintasi kesedihan
c.       Latihan untu mengatasi kesedihan
d.      Belajar dari kisah melalui logo drama
e.       Kunjungan ke rumah sakir
f.        Latihan munajat
4.      Azzam
5.      Tawakal
Uuntuk indicator keberhasilan:
1.      Merasa tenang dan tingkat kesedihan mrnurun
2.      Dapat berpikir lebih jernih
3.      Meningkatkan kemampuan konseling untuk hidup moderat, ridha, dan meningkatkan aktivitas serta tugas hidupnya

Mencari Ilmunya Dulu Sebelum Masuk Bulan Ramadhan


Sebuah pepatah mengatakan “ilmu itu ibarat imam dana mal mengikutinya” artinya seseorang harus memiliki ilmunya terlebih dahulu sebelum mengerjakan sesuatu agar tidak terjelumus kedalam kesalahan ketika menjalankanya atau ketika yang dikerjakannya sudah benar dengan mengetahui terlebih dahulu apa yang ia kerjakan supaya apa yang dia kerjakan memiliki nilai.
Sebagai analogi, Ikin ingin membuat rumah, maka sebelum memulai membuat rumah, Ikin harus tahu dulu tata cara membuat rumah, alat dan bahan, cara kerja membangun rumah, tahapan-tahapan untuk membuat rumah itu apa saja supaya rumahnya berhasil di bangun dengan baik. Jika Ikin main bangun rumah tanpa tahu ilmu membangun rumah maka kemungkinannya ada dua, pertama. Rumahnya tidak akan berhasil dibangun, atau ke dua. Rumahnya jadi di bangun, hanya saja hanya sekedar ada lantai, dinding dan atap, namun jangankan nilai keindahan dan kenyamanan dari rumah tersebut, untuk keamanan tinggal di rumah tersebutpun sudah merasa was-was sebab tidak tahu rumah itu bertahan sampai kapan, apakah kuat ketika ada hujan lebat, ada gempa, bahkan ketika ada angina besar yang meniup bengunan tersebut karena rumah itu dibangun secara asal-asalan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan tentang membangun rumah yang baik dan benar.
Begitupun dalam menjalakan ibadah, sebelum seseorang melaksanakan ibadah maka harus mengetahui dulu tentang ibadah tersebut. Contohnya seperti melaksanakan ibadah shalat, maka harus mengetahui dulu apa definisi shalat baik secara Bahasa maupun secara syara’, harus tahu dulu syarat sah shalat, wajib dan rukun shalatnya, tahu juga apa saja yang membatalkan shalat, supaya shalat yang dikerjakan sah dan memenuhi perintah agama. Jika seseorang mengerjakan shalat sedangkan orang itu tidak tahu tentang shalat, ya bagai mana bias dia melakukan shalat, walaupun orang itu bias menirukan gerakan shalat atau bacaan-bacaan shalat, tapi dia tidak bias tahu apakah shalat yang dia kerjakan itu sah atau tidak, jadinya percumah juga kan udah susah payah mengerjakan shalat tapi shalatnya tidak memiliki nilai apa-apa walau hanya menurut hukum fiqih. Maka setidaknya harus tahu dulu ilmu tentang shalat sebelum melaksanakan shalat.
Sehubungan dengan pepatah di atas, sekarang sudah memasuki bulan sya’ban dan tinggal tiga minggu lagi memasuki Ramadan, sebelum kita memasuki bulan Ramadan maka hendaklah umat muslim mempersiapkan diri untuk bulan Ramadan dengan sebaik mungkin. Persiapan terbaik adalah mengetahui apa itu Ramadan, apa keutamaan Ramadan, apa yang membuat rugi dikala bulan Ramadan, setidaknya kita bias mengetahui mengenai puasa di bulan Ramadan, mengetahui apa itu puasa bulan Ramadan, siapa saja yang diwajibkan berpuasa di bulan Ramadan, apa saja hukum berpuasa di bulan Ramadan, syarat sah dan yang membatalkan puasa di bulan Ramadan dsb. Semua persiapan itu harus benaar-benar disiapkan paling lambat di akhir bulan sya’ban sebab di bulan Ramadan sudah bukan lagi persiapan mencari ilmu mengenai puasa bulan Ramadan melainkan memulai melaksanakan atau mengamalkan ilmu mengenai bulan Ramadan.

Solusi Bagi Anak yang Kecanduan Main Gadget



Satu pasangan muda yang merupakan teman dekat dengan saya namun sudah lama tidak bertemu, sebut saja namanya si Kakang dan si Ceuceu. Mereka adalah pasangan yang menikah cukup muda dan sekarang mereka sudah dikaruniai seorang putra yang sangat tampan. Sekilas tidak ada yang salah pada anak itu, memang dasarnya anak itu baik-baik saja, cuman menurut si Kakang dan si Ceuceu anak ini memiliki masalah dimana pada usia yang masih balita dia sudah kecanduan main gadget, hawatirnya si anaknya mental terutama mata si anak akan bermasalah karena terus melihat layar gadget yang cukup dekat dengan matanya.
Waktu itu saya sedang main ke kampung halaman teman saya namanya Acong dan kebetulan sekali, ternyata si Acong itu tetanggaan dengan si Kakang. Pas datang ke rumah si Acong saya, sya langsung masuk rumah lalu salim pada orang tua si Acong kemudian ngobrol sekedar basa-basi. Karena waktu duhur hampir akhir sayapun segera shalat dan setelah shalat saya duduk depan rumah di bangku bawah pohon rindang sambil menikmati secangkir kopi di sore hari. Tak lama si Ceuceu dari rumahnya yang terhalang satu rumah dari rumah si Acong keluar menatap saya, dia mengenali saya tapi mungkin ragu-ragu apa benar dia atau cuman mirip, mungkin begitu pikirnya.
Si Ceuceu pun bergegas menghampiri, lalu dia mengajak saya ke rumahnya sambil berlari memanggil suaminya. Karena mereka memaksa, saya pun singgah ke rumahnya, ya selakian silaturahmi toh gak bakal ada ruginya malah lebih baik. Di rumahnya saya ngorol ngaler-ngidul maklum sudah lama tak bertemu hingga akhirnya ada obrolan yang menarik menurut saya dimana dia curhat tentang keluhan anaknya yang sangat kecanduan main gadget (hp android).
Karena mereka tahu si Acong lagi sekolah di jurusan psikoterapi dan si Acong bilang saya teman satu kelasnya dia khirnya tahu saya bersekolah di jurusan psikoterapi.
Keluhan si Kakang dan si Ceuceu “bang, abang kan sekolah di terapi-terapi gitu ya, tolong dong terapi-in putra saya, dia kecanduan banget main hp, takutnya matanya nanti rusak soalnya sudah banyak kejadian anak yang kecanduan main hp matanya pada rusak, anak kecil sudah pada pake kaca mata gitu. Terus nih bang takutnya anak saya kalua udah main hp dia susah kalua di panggil kaya orang gak dengar, fokusnya hanya ke hp saja, gimana bang kamu bisa kan terapi anak saya biar gak kecanduan kaya gitu lagi”
“saya belum bisa terapi-terapi kaya gitu, kan sekolahnya aja belum selesai. Kalaupun saya bisa men-treatment anak kamu prosesnya akan panjang” saya mencoba menjelaskan bahwa saya belum menjadi seorang praktisi psikoterapi.
“kalua begitu abang perlu bolak-balik kesini dong, tapi gak papalah demi anak biar saya ganti saaja ongkos abang pulang pergi sekalian si Acong pulang kana bang bisa bareng dia” si Kakang seperti berharap bener ke saya.
“lah kenapa gak si Acong saja yang terapi kan ilmunya sama juga” kata saya sambil melirik si Achong.
“yeh kelasnya saja yang sama tapi kan ilmu mah dapetnya beda, lu kan pemahamannya lebih baik, kakak kelas saja yang mentorin kita malah minta koselling sama kamu hingga masalahnya selesai, kau hanya untuk pulang pergi saya tanggung jawab deh kan sekalian saya jadi punya alasan pulang ke rumah” si Acong dengan cepat menjawab karena gak mau terapi malah sambil nyngir dia nawarin boncengi saya pulang pergi kosan - rumah si Kakang.
Karena saya sudah terpojok oleh si Acong, terus mau nolak permintaan si Kakang juga gak enak sebab kewajiban saya ketika diminta ya harus dikerjain sekemampuan saya. “ya ok kalua gitu, sebenarnya tak perlu datang ke sini juga sih sebab kalua masalah anak yang kecanduan main gadget biasanya yang saya tretmen bukan anaknya tapi orang tuanya dulu, tapi kalian jangan kalua nanti saya bisa menyalahkan kamu. Bukan menyalahkan juga sih lebih tepatnya membuka mata kalian sehingga kalian dapat melihat dimana saja letak salahnya, supaya kalua sudah tahu letak kesalahanya kan jadi mudah memperbaikinya” saya kembali menjelaskan seperti itulah kira-kira metode yang akan saya gunakan.
“ok, pertama saya ingi tanya, kalua anak kecanduan main hp siapa yang pantas disalahkan?” saya membuka pertanyaan langsung ke intinya biar gak terlalu berbelit
Si Kakang dan si Ceuceu serentak menjawab “ya anaknya lah kan anak yang kecanduannya juga”
Lalu saya bertanya kembali “anak usia 0-5 tahun itu merupakan fase golden age atau masa keemasan dimana pada fase itu akan sangat secap sekali anak belajar. Nah pertanyaanya pada usia balita seperti itu dia belajar dari mana, belajar dari siapa?”
Si Kakang dan si Ceuceu bingung lalu menjawab: “ya anak se usia segitu mah belum belajar, paling nanti di usia empat atau lima tahun baru belajar di TK.
“gak, gak gitu, dari balita dia sudah belajar, pertama belajar makan, minun, berjalan, berbicara dst. Anak-anak belajar dari kalian khususnya orang tua. Cara mereka belajar tidak seperti di sekolah tapi belajar langsung dari kehidupan. Anak-anak belajar dengan meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Saya mencoba memberi pemahaman.
“kalua anak selalu asik main hp, pertama dia senang dengan hp sejak kapan dan kenapa kira-kira” saya kembali bertanya pada Si Kakang dan si Ceuceu.
“Ya udah lama juga, kalua awalnya mungkin dia sering lihat saya dan suami main hp didepan dia, kadang kalua dia lagi rewel, kami suka mengiming-imingi dia buka hp lihat video, foto atau game anak mungkin dari situ kayaknya dia mulai senang main hp” si Ceuceu mulai paham arah pertayaan saya, begitupun si Kakang juga menyadari kesalahanya.
“jadi sebenarnya yang pantas dimarahi kalua anak main hp, bukan anaknya tapi orang tuanya, sebab ini dari awal merupakan kesalahan orang tua dalam mendidik” si Kakang juga kelihatannya menyesali setelah menyadari kesalahannya. “lalu kalua sudah begini bagai mana solusinya” Si Kakang dan si Ceuceu terlihat bingung.
“Nah itu dia yang akan kalian pecahkan sekarang, posisi saya disini hanya sebatas mediator, membantu kalian supaya menemukan titik masalahnya, setelah itu membantu kalian menemukan solusinya. Sebab kalua saya yang kasih solusi, belum tetntu kalian terima atau kalian suka dan belum tentu kalian merealisasikan (menjalankan) solusi tersebut. Maka solusinya harus dari kalian sendiri supaya kalian bersungguh-sungguh merealisasikan solusi tersebut, dan saya hanya sebatas mediator, hanya sebatas membantu kalian menemukan solusi yang kalian inginkan” saya mencoba menjelaskan bahwa dalam proses ini saya tidak diperkenankan memberi solusi.
“tadi kan masalahnya timbul karena anak kalian meniru prilaku kalian” saya kembali mencoba memancing kesadaran Si Kakang dan si Ceuceu tadi yang telah menyadari itu.
“betul juga ya, berarti hal paling pertama kita tidak boleh memegang hp di depan anak, kalaupun terpaksa gunakan hanya seperlunya saja jadi gak lama-lama megang hp di depan anak” kata si Kakang, lalu si Kakang melanjutkan bicara “kalua tetep gak mempan gimana, soalnya dia sudah paarah kayaknya gak ada waktu tanpa hp, kecuali saat dia mandi dan tidur doang dia bisa lepas dari hp. Saya takut kalua hanya itu dia gak berubah”. Si Kakang merenung sambil menatap si ceuceu. Lalu mereka balik menatap kepada saya.
“Ya itu bagus sekali kalua kalian gak akan main hp lagi di depan anak kecil. berubah atau tidaknya pola prilaku anak kalian ya kalian tetap gak boleh main hp di depan anak kalian” saya menegaskan solusi mereka. Lalu saya kembali memberikan pemahaman kepada mereka “anak kalian meniru apa yang dia lihat atau yang dia dengar artinya dia meniru yang dia perhatikan. Kalua sekarang perhatiannya tertuju hanya pada hp maka yang perlu kalian lakukan adalah mengalihkan perhatian anak kalian dari hp”.
Mereka berdua berpikir sejenak lalu bertanya “mengalihkan perhatian maksudnya harus terus gangguin dia kalua bermain hp ya” si Ceuceu bertanya sambil alisnya di naikan dan bibirnya sedikit nyengir. Dia heran dan lucu pada apa yang ia pikirkan.
“Ya gak gitu juga kali ceu, maksudnya kalua dia lagi main hp, ajakin apa ke gitu yang membat dia senang dan dia suka, misalnya ajakin main bola di halaman, beliin robot-robotan atau apapun yang kiranya dia suka dan bisa mengalihkan dia dari main hp terus” Saya menjelaskan perkataan yang saya maksud karena mereka salah paham.
Si Kakang seketika kepikiran “bener juga ya, kan banyak mainan yang lain atau bisa diajakin main permainan klasik, itu sangat seru juga dia bisa sambil berinteraksi dengan teman yang lain, lalu pisiknya juga bergerak itung-itung olah raga biar badanya sehat terjaga”.
“Yapz, betul banget Kang, selain anak-anak senang bermain, juga dapat melatih motoric anak, juga sekalian melestarikan permainan klasik khas nusantara. Coba deh obrolin ke orang tua yang punya anak kecil seumuran anak kamu, ajakin dia mainin permainan klasik. Soalnya kalua saya pikir bukan hanya kalian saja yang punya masalah seperti ini tapi orang tua yang lain juga bingung dengan masalah anak yang kecanduan main hp” saya merasa gembira si Kakang berpikir kea rah sana jadinya saya komporin saja.
Dilain pihak si Ceuceu sedikit kagak setuju “yah kalau mainan jaman dulu anak-anak harus sambil dijagai bahkan kadang-kadang kita harus ikut bermain. Sedangkan dari pagi sampe sore pekerjaan rumah gak kelar-kelar. Yah cape kitanya dong” si Ceuceu sedikit merajuk.
Entah pikiran dari mana, tiba-tiba saja saya ngomong asal jeplak tanpa di saring dulu “lah kalian giliran bikinya pas yang enak-enak tanpa perhitungan harus merawat dan mendidik, harus menyayangi dan memperhatikan malah maen hantem saja malah kayaknya kerjanya sangat rajin tapi pas giliran beginian kenapa harus malas malasan. Pan kalian niatan punya anak karena ingin punya anak yang shaleh jadi kalian mau tak mau ya tetap harus. Jangan hanya menuntut pada anak tapi perhatian kalian tidak kalilan berikan.
Mendengar saya ngomong, mereka dan juga si Acong tertawa terbahak-bahak. Tapi biarpun ketawa-ketiwi mereka tetap dapat menyimpulkan point-point pentingnya. Lalu setelah mereka memutuskan akan dimulai besoknya saya meminta mereka untuk memberikan informasi perkembangan pada anak mereka setelah satu minggu atau paling lambat dua minggu ke depan.

Diajari Ngaji Oleh Jin


Sejak kejadian si Ucun viral di lingkungan asrama hingga menyebar ke luar asrama, dan akhirnya kejadian itu sampai ke telinga Bang Edy. Satu minggu dari kejadian itu Bang Edy datang ke asrama nengokin juniornya, kebetulan kami itu merupakan junior yang sangat dia kenal sebab kami pernah berada dibawah bimbingannya. Setelah Bang Edy berkeliling nengokin para juniornya kamipun jalan-jalan melihat suasana asrama yang belum banyak berubah setelah ditinggal oleh Bang Edy.
Kami berjalan menyusuri asrama seperti sedang berpatroli kelliling hingga akhirnya tiba di tempat yang biasa dulu kami nongkrong yaitu di warung bang Jagur, saya gak tahu siapa nama asli dia cuman dia dikenal dengan nama Jagur sejak dahulu kala bahkan sebelum kami memasuki asrama namanya sudah Jagaur. Seperti biasa dIwarung itu kami memesan kopi dan rokok, kami duduk melingkar sambil ngobro di saung yang seperti gazaebo tapi nyambung dengan warung.
Awalnya obrolan ringan seperti apa kabar di asrama, lalu apa yang berbeda dengan yang dulu terus gimana kondisi anak asrama yang sekarang dan lain-lain. Tiba-tiba Bang Edy bertanya tentang keributan yang terjadi pada malam itu tentang si Amin dan si Ucun yang hampir ribut, lalu si Mz menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di malam itu. Bang Edy cuman ngangguk-ngangguk saja, tak lama kemudian tertawa kecil sambil puas-puasin kami karena mengalami hal itu. Bang Edy bercerita ternyata dahulu ketika Bang Edy masih di asrama dan waktu itu kami belum ada di asrama, kejadian seperti itu pernah terjadi pada temannya Bang Edy, tetapi tidak sampai dilempar juga kata Bang Edy.
Ketika Bang Edy di asrama, dia satu kamar bersama Iwa, Wandy dan Idin. Mereka berempat sangat kompak dan kemana-mana selalu bersama, mereka orangnya tengil-tengil tetapi mereka bertanggung jawab, dan mereka juga pinter-pinter dalam pelajaran, cuman mereka selalu dipandang pembawa onar sebab kemanapun mereka pergi selalu ada cerita yang menarik untuk diperbincangkan, mereka juga dikenal empat sekawan karena kekompakannya dan kenakalanya.
Suatu hari ngaji di liburkan karena keluarga Pak Kyai sedang ada urusan keluar kota. Namun meskipiun ngaji diliburkan setiap jadwal mengaji mereka berempat tetap masuk kelas dan belajar bersama mengulang pelajaran yang sudah diajarakan. Yang lain akhirnya mengikuti sebab mereka malu kalah rajin sama anak-anak yang dipandang nakal. Setelah belajar bersama sekitar jam Sembilan, si Iwa pergi ke warung Jagur secara diam-diam. Dan mereka bertiga sudah tahu pasti kalua tidak ada di asrama pasti pergi ke warung Jagur. Akhirnya mereka mengikuti ke warung Jagur. Sejak Pak Kyai pergi tadi sore Wandy kelihatan lebih pendiam sehingga Bang Edy, Iwa dan Idin merasa heran, takutnya Wandy lagi sakit, tapi setelah ditanya wandi gak kenapa-napa.
Tak teraasa waktu begitu cepat berlalu, “ngantuk nih balik yu” kata Idin pada mereka bertiga. “Lah baru jam segini, lagian mendingan nginep dIwarung sajalah toh besok kan libur” kata Wandy yang kelihatan gak mau pulang. Idin maksa pulang dan Wandy maksa nginep di warung, “ya udah kita pulang tapi kita nyantai dulu lah” kata Wandy masih gak mau pulang. “lo kenapa sih wan hari ini lo kelihatanya aneh banget” kata Bang Edy penasaran. “gak ada apa-apa beneran dah, cuman rasanya gua merasa gak nyaman tinggal di asrama sejak Pak Kyai pergi, gua takut dy” Wandy mencoba menjelaskan keresahanya. “ya udah kita tidur di masjid gak usah terpisah biar kalua ada apa-apa lo bias langsung bangunin kita” Idin mencoba meyakinkan wandi agar mau pulang ke asrama. Setelah di bujuk akhirnya mereka pergi tidur ke masjid asrama.
Seperti yang di bilang Idin mereka tidur di masjid secara berdekatan. Tengah malam telah berlalu akhirnya mereka terlelap tidur. Sekitar jam setengah dua pagi wandi terbangun dan melihat Pak Kyai duduk sila di tempat imam sambil membaca kitab kuning, serentak dia bangun dan langsung bergegas mau bangunin teman-temannya sebab sudah kebiasaan kalua Pak Kyai sudah duduk di tempat imam artinya sudah hampir subuh. Tapi pas Wandy mau membangunkan teman-temanya wandi melihat Pak Kyai menhangkat tangan mengisyaratkan jangan bangunkan mereka, lantas Wandy melihat jam masih jam setengah dua pagi biasanya paling pagi pun Pak Kyai kemesjid jam empat atau setengah lima pagi sebab Pak Kyai selalu shalat tahajud di rumah dan kemesjid untuk berjamaan shalat subuh. Tapi Wandy tak banyak Tanya ia segera bergegas ke kamar mandi bersih-bersih dan segera berwudu.
Wandy segera masuk masjid kembali, tanpa di perintah Wandy langsung shalat tahajud lalu Wandy duduk berhadapan dengan Pak Kyai hanya terhalang meja kecil tempat kitab kuning. Setelah mereka duduk berhadarapan Pak Kyai nyuruh Wandy membuka kitabnya kemudian Wandy mengikutu yang diperintahkan Pak Kyai. Wandy diwjari ngaji sampai jam tiga pagi, kemudian Pak Kyai nitippesan jaga anak-anak yang lain, jangan sampai libur ngaji gara-gara Pak Kyai tidak di asrama. Stelah berpesan, kemudian Pak Kyai keluar dari masjid menuju rumahnya, tetapi subuhnya pak sampai pagi Pak Kyai gak ada kemesjid maupun ke kelas, Wandy merasa sangat aneh tetapi dia gak mau ngomong sama yang lain takut dia jadi disalahkan.
Malam berikutnya Wandy mengalami kejadian seperti malam sebelumnya, dan malam kedua wandi diajari ngaji lagi meneruskan pengajian sebelumnya. Kejadian itu berulang hingga hari ke empat. Di hari ke empat Wandy ngajinya selesai lebih awal, jam setengah tiga wandi sudah beres ngaji dan Wandy pun seperti biasa disuruh kembali tidur. Setelah Pak Kyai keluar dari masjid Wandy bangun niatnya mau nyelidiki Pak Kyai karena merasa heran tapi wandi pikir gak sopan menaruh rasa curiga pada gurunya sendiri, Wandy takut kecurigaanya menjadi penghalang bagi dirinya untuk mendafatkan ilmu yang bermanfaat.
Ditengah kebimbangan Wandy merenung du teras depan masjid sendirian. Tak lama terlihat cahaya lampu mobil dari kejauhan dan ternyata itu mobil rombingan keluarga Pak Kyai. Wandy bergegas keluar dari masjid dan menyambut kedatangan Pak Kyai dan keluarga. Pak Kyai dengan raut wajah cape bertanya kepada Wandy, “kamu kenapa masih belum tidur, ini sebentar lagi waktunya bangun tahajud bersama” kata Pak Kyai dengan nada menasehati. “Kan saya baru selesai ngaji tapi saya gak bias tidur lagi” kata Wandy menjawab Pak Kyai. Pak Kyai sedikit heran kemudian bertanya lagi pada Wandy “ngaji apan kamu ko sampai jam segini, kamu harus istirahat biar jam empat kamu bangun segar, tahajud bersama, shalat subuh kemudian ngaji dengan pikiran yang masih segar” Pak Kyai menjelaskan. Wandi merasa heran soalnya yang nyuruh dia ngaji kan Pak Kyai tapi sejarang Pak Kyai malah bicara seperti itu, tapi dia tak berani jawab lagi, Wandy hanya mengangguk dan kembali kedalam masjid.
Setelah shalat subuh lalu Pak Kyai ngajar ngaji dan waktu ngajinya di percepat, setelah beres ngaji yang lain disuruh mudzakarah (mengulangi bacaan kitab yang sudah diajarkan) dan Wandy bersama tiga temannya disuruh kerumah Pak Kyai. Dengan rasa penasaran Pak Kyai kembali nanya Wandy “kamu selama ini ngaji apa saja, dari jam berapa sampai jam berapa?” pak kiyai seolah tahu ada yang tidak beres namun mencoba memastikan. Wandi menjelaskan kejadian selama empat hari yang menimpa dirinya. Lalu Pak Kyai kembali bertanya “lalu siapa saja yang suka ikut ngaji dengan saya itu selama tiga malam kebelakang? Edy, Iwa, Idin, kamu juga ikut ngaji?” Tanya Pak Kyai. “saya gak tau kalua Pak Kyai dan wandi suka ngaji tiap malam, saya pikir Pak Kyai sedang ke luar kota, tapi kalua Pak Kyai di asrama kenapa selama tiga hari ini saya tidak melihat Pak Kyai” kata Edy, Iwa dan Idin dengan penuh tanda Tanya. Pak Kyai masih penasaran kemudian menyuruh Wandy membaca yang diajarkan.
Setelah Wandy selesai membaca kitab yang diajinya selama empat malam itu kemudian Pak Kyai menjelaskan “dengarkan, kalian jangan kaget, saya ini pergi keluar kota selama tiga hari dan baru kembali tadi jam tiga pagi, jadi selama ini yang ngajarin wandi ngaji bukan saya, lagian mana mungkin saya ngajar ngaji tengah malam, bukan hanya kalian, saya juga perlu istirahat, lalu siapa yang ngajarin Wandy ngaji? Nah saya akan beri tahu pada kalian tapi kalian harus ingat kalian gak boleh cerita kepada penghuni asrama yang lainnya takutnya terjadi kehobohan dan mereka akan merasa takut jadi kalian harus berjanji tidak boleh ceritakan pada orang lain” Pak Kyai menuturkan.
Mereka berempat karena penasaran akhirnya mau berjanji, dan setelah mereka berjanji akhirnya Pak Kyai pun menjelaskan “sebenarnya dahulu kala ada sepasang suami istri yang tinggal di kebun yang sekarang di jadikan masjid, tapi mereka bukan dari bangsa kita, mereka bangsa jin. Ketika sedang merencanakan pembangunan masjid setelah mengukur dan mulai meratakan tanah saya di datangi mereka kedalam mimpi saya, selama tiga kali berturut-turut dan berkata kenapa tempat kami di gusur, krena mimpinya tiga kali berturut-turut itu artinya mimpi ini bukan sekedar kembang mimpi, malam besoknya saya ke tanah yang akan di bangun masjid dan berdzikir di tempat itu dan ternyata benar, saat tengah malam tiba-tiba mereka datang entah dari mana dengan wajah dan pakaian persis seperti yang ada dalam mimpi. Mereka unjuk salam dan saya jawab kemudian mereka bertanya kenapa rumah saya di gusur. Karena saya berdzikir tengah malam di tanah yang akan dibangun mesji ini karena berniat saya ingin membuktikan keberadaan mereka benar ada dan juga karena ingi menjawab yang mereka pertanyakan saya beranika berbicara baik-baik dengan mereka, akhirnya mereka menerima dengan suka rela rumah mereka di gusur dengan syarat mereka diijinkan tinggal di masjid dan diijinkan ikut ngaji dan berjamaah di masjid tersebut dan mereka berjanji tidak akan mengganggu apalagi mencelakakan penghuni asrama, malah mereka siap menjaga asrama agar tida ada yang berbuat jahat didalam asrama, kecuali ketika penghuni asrama melanggar aturan yang berat dia akan sedikit nakut-nakutin katanya dulu sambil tertawa menandakan dia ingin terlihat akrab” Pak Kyai menjelaskan secara detil dan berkata “kalua urusan Wandy gak usah takut toh dia datang dengan wujud saya dan yang diajarkan memang seperti itu sebab dia sudah ngaji kitab ini berkali-kali dari saya, mungkin karena Wandy anaknya rajin dia tahu dan kasihan kalua selama saya pergi Wandy gak ngaji, hebatbya sekarang Wandy selama di asrapa pasti mereka jagain Wandy” Pak Kyai berkata sambil tersenyum candain Wandy. Dan setelah itu mereka berempat menyimpat rapat cerita itu hingga Bang Edy yang ceritain hanya kepada kami berlima, itupun Bang Edy cerita pada kami sebab Bang Edy sudah yakin kami tidak akan ketakutang dengan cerita seperti itu dan menganggap cerita itu hanya penghangat suasana saja.

Nisfu Sya'ban



Bulan sya’ban merupakan salah satu bulan dalam tahun hijriyah yang dimulyakan oleh umat islam sebab menurut jumhur ulama pada bulan sya’ban adalah waktu dimana catatan amal baik dan buruk kita selama setahun disetorkan pada sang khalik. Perlu diketahui dan wajib diimani juga bahwa setiap amal yang kita perbuat selalu dicatat oleh dua malaikat dan tidak sedetikpun yang luput dari pencatatan dua malaikat itu. Maka dengan itu wajiblah kita sebagai seorang muslim untuk selalu mawas diri dalam setiap ucapan dan tindakan sebab itu semua tidak akan luput dari catatan dua malaikat yang selalu menyertai kita.
Nah dalam penyerahan catatan amal kita, ada dua macam penyerahan catatan amal kita: pertama, ada yang harian yaitu pada setiap pergantian siang dan malam tepatnya pada waktu ashar dan subuh. Makanya biarpun waktu ashar dan subuh merupakan tantangan dalam menjalankan shalat berjamaah, mulai sekarang harus dipaksakan sebab pada waktu itu merupakan waktu dimana melaikat menyetorkan catatan kita selama satu hari. Kedua, setahun sekali tepatnya pada malam nisfu sya’ban, malam itu adalah malam dimana catatan selama setahun kebelakang disetorkan kepada sang khalik dan digantikan dengan catatan yang baru.
Nisfu sya’ban terdiri dari dua kata, nisfu dan sya’ban. Nisfu adalah Bahasa arab yang artinya setengah, sedangkan sya’ban adalah nama bulan dalam tahun hijriyah sebelum bulan Ramadhan. Pada bulan sya’ban berlomba-lomba memperbanyak amal baik supaya di akhir catatan kita selama setahun ke belakang ini ditutup dengan catatan yang baik. Setengah bulan rajab awal sunahkan berpuasa, bersedekah dan lain sebagainya, tapi di setengah akhir bulan rajab sudah dilarang melaksanakan puasa sunah kecuali orang yang dari jauh-jauh ke bulan sya’ban sudah terbiasa melaksanakan puasa sunah, baik itu puasa senin kamis, puasa dawud dan puasa lainnya maka diperbolehkan berpuasa di setengah akhir bulan sya’ban. Atau orang yang memiliki keajiban mengkodo puasa Ramadhan dan belum sempat mengkodo maka diwajibkan berpuasa kodo.
Terdapat sebuah riwayat dari Rasulallah saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا
“Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulallah telah saw bersabda: ‘Apabila bulan Sya’ban telah sampai separuh, maka janganlah kalian berpuasa (H.R. Abu Dawud).
Amalan-amalan yang sangat dianjurkan di bulan sya’ban diantaranya
1.      Memperbanyak puasa sunah, sedekah, shalat sunahnya dikumplitkan lagi dari mulai shalat sunah rawatib, syukrul wudu, tahajud, duha, shalat taubat, shalat tasbih dan masih banyak amalan sunah lainnya termasuk mulai rutinkan kembali tadarus, aurod/dzikir.
2.      Mengganti hutang puasa Ramadhan (qada) jika masih memiliki hutang yang belum dibayar
3.      Mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadhan dengan cara mencari ilmu segala sesuatu yang berkaitan bdengan bulan Ramadhan
4.      Pada malam dan hari nisfu sya’ban ini perbanyak zikir dengan istigfar dan bacaan shalawat
5.      Biasanya kalua di kampung-kampung suka diadakan hajat sya’ban.
Hajat sya’ban ini tidak seperti hajat orang yang nikahan lebih tepatnya satu kampung pada nyumbang bagan masakan kemudian dikumpulkan dan dimasak secara bersamaan -persis seperti sejarah bubur suro kalua di daerah jawa- kemudian dimakan bersama di masjid setelah melakukan shalat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan shalat tasbih bersama, kemudian melakukan dzikir bersama lalu ditutu dengan do’a setelah beres berdia buaru dibagikan makanan yang hasil dari sumbangan makan tadi lalu makan bersama sebagai symbol rasa syukur dan rasa kebersamaan sesame umat muslim, mudah-mudahan dengan adanya acara ini bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan orang-orang islam.

Dilemparkan Oleh Jin Penghuni Mesjid


Selang dua minggu lebih dari kejadian si Sanusi yang melihat tuyul dan genderewo, ada kejadian mistis lagi, tapi kali ini menimpa si Ucun penghuni kamar tiga, oh iya kami ini di asrama menghuni kamar satu, tempatnya paling pojok sebab kami orang yang suka brisik makanya sisatukan di kamar yang paling jauh. Nah kejadiannya malam itu jam 21:00 kami baru bubar ngaji lalu dilanjut belajar bersama di aula, kemudian tidur. Biasanya kami tidur di mesji, namun pada malam itu kami begadang di halaman masjid dibawah lampu merkuri sambil bakar ikan jadi masjid masih kosong, lampu masjid setelah selesai ngaji biasanya di matikan tapi malam itu masih nyala dan kami tengok ternyata si Ucun dan teman sekamarnya sedang berdiskusi entah masalah apa. Sekirat jam 12 malam teman-teman si Ucun pada keluar dari mesji kecuali si Ucun sendirian, katanya mau tidur di masjid.
Sekitar kurang lebih jam satu pagi, kami baru selesai makan, lalu duduk-duduk di kursi pojok halaman masjid. Lamu masjid sudah dimatikan dan suasana semakin sepi, hanya kami berlima dan masih bangun dan berada di luar. Baru saja mau menyalakan rokok yang kedua batang, terdengar keras suara hijab/pembatas area laki-laki dan perempuan yang terbuat dari triplek seperti dipukul keras. “Ah, tuh dengar si Ucun marah-marah gak jelas, mungkin dia stress” kata si Susanto. Saya Tanya “emang tu anak stress kenapa?” “ah paling dia di tolak cewe yang dia taksir kali” si Mz nyambung, lalu kami tertawa. Disaat kami tertawa si Ucun keluar dari masjid sambil berlari seperti kesetanan menghampiri kami dengan terengah-engah lalu duduk di diatas tanah.
Melihat si Ucun yang sangat ketakutan kami segera menenangkan dan ngasih dia minum supaya tenang. Setelah terlihat tenang kani nanya dia kenapa, bukanya jawab dia malah membentak dengan tatapan yang sangat marah “lah anjing, setan lo pada, candaan kalian makin kelewatan, gua gak masalah kalian mau jahil nakutin orang tapi gak sampai di lempar segala, kalua gua cedera emang kalian mau tanggung jawab” dia ngoceh dengan penuh amarah. Mendengar perkataan si Ucun dengan sikap tang tidak baik sontak si Amin naik pitam, “he anjing kita lagi duduk-duduk lo nyelonong datang kemari, lo ketakutan kita tenangin lo, sekarang lo nuduh kita yang nggak-enggak” sambil ngomong tangan kiri si Amin menjabak baju si Ucun dan tangan kanannya mau memukul, untungnya si Mz sama Si Sanusi dengan sigap melerai mereka. Lalu saya mencoba nenangin mereka berdua, “To, kita ini emang anak-anak nakal dan sudah terkenal hingga ke asrama putri, mereka sudah tahu kita nakal, tapi kita jiga bukan preman, jangan ngumbar amarah gitula To, toh kita nakal karena ingin menikmati bebas tanpa peduli aturan agenda asrama doing. Lo juga Cun, lo dating menghampiri kita lalu lo marah tanpa alesan, gua ngaku kita emang anak-anak nakal, tapi bukan berarti setiap ada kejadian semua bebas nuduh kita tanpa alasan, sekarang gua Tanya lo punya bukti apaan nuduh kita jahilin lo, sebab dari selesai ngaji kita belum masuk lagi ke masjid, sekarang lo datang marah-marah wajarlah kita marah karena tersinggung”. “emangnya lo kenapa Cun?” si Mz kembali bertanya dengan nada yang rendah biar gak pada emosi.
Setelah merasa tenang si Ucun pun bicara “Min gua minta maaf, gua emosi karena ketakutan, gua kita kalian yang jahil sebab disini hanya kalian yang belum tidur”, “udah gak papa Cun” si Mz yang jawab. “sebenarnya gua lagi tidur di masjid se area wanita deket hijab, baru saja gua mau pulas, tangan dan kaki dua dipegangin, diangkat kemudian dibanting ke deket hijab, gua kebangun karena sakit, tak berselang lama gua nyium bau kembang melati, benar-benar bau, tapi gua yakin pasti gua di jahilin, tapi yak ok niat juga sampe kasih bau-bau melati juga, dan ternyata pas gua bangun gua tengokon sekeliling mesjid gak ada orang, gak ada siapa-siapa di masjid, yah gua lari ketakutan, dan disini kalian pada ketawa makanya gua curiga kalian yang jahili gua” si Ucun kembali menuturkan kejadian yang dialaminya. “gak gitu Cun, kita baru beres makan lalu ngerokok sambil ngopi, tiba-tiba kedenger suara ada yang mukul hijab dengan keras, kita taunya cuman lo yang tidur disana” si Mz menjelaskan. “si susanto tadi bercanda katanya, tuh si Ucun marah-marah gak jelas mungkin lagi stress, gua sautin, setres karena ditolak cewe incaranya kali, lalu kita ketawa. Pas lagi ketawa lu datang sambil lari ketakutan gitu. Gitu ceritanya Cun” si Mz menjelaskan kejadian yang terjadi. Setelah itu si Ucun pulang ke kamarnya karena masih takut memasuki mesji.
Setelah si Ucun pergi si Amin ngomong lagi dengan nada masih kesal “ah tu orang dapat azab tuh karena keseringan pacaran di lingkungan mesjid, mungkin jin penunggu mesjid marah, untung tu orang gak dimasukin botol sama si jin” mendengar omelan si Amin bukannya kesel malah jadi lucu, mana ada orang di masukin ke botol mineral, si Amin otaknya tambah gesrek. Dari obralan mengenai kejadian si Ucun akhirnya merambat kemana-mana. Tak terasa waktu berlalu, ternyata jam sudah menunjukan jam 03:30, kami pun berkeliling sambil memukul-mukul kentongan membangunkan semua anak asrama untuk melaksanakan shalat tahajub bersama, dan tidak berselang lama, siangnya cerita kejadian malam tadi menyebar dari mulut kemulut hingga heboh.