PAMIT PERGI
Roni Ahmad Bulqini
18 juni 017 14:19
Waktu itu aku pamit pada semuanya untuk tak akan kembali
Waktu itu menatap menatap untuk tatapan yang terakhir kalinya
Namun disebrang mesjid nampak rembulan tersenyum tersipu
Entah kenapa dibalik senyumanya berderai air mata membasahi pipi sambil menatap kearahku
Masih terlihat jelas disela tatapanya dia kibaskan baju yang hendak ia jemur
Rasanya aku mendapatkan pesan yang sengaja ia sampaikan lewat binar mata dan manisnya senyuman disertai air mata
Dia menyuruhku untuk tetap diam disekitar matanya memandang
Sayang seribu sayang kala itu aku hanyalah boneka nafsu yang terus diseret hengkang kedunia liar
Kini si rusa kecil tengah diintai para pemangsa
Hanya meraih tawa dalam mimpinya yang dikunjungi si rembulan yang bulat nan putih berseri
